KUDUS.JamuDesa.com (21/12/2025). BUM Desa (Badan Usaha Milik Desa) bukan sekadar unit bisnis biasa. Di dalamnya terdapat modal Desa dan harapan untuk kesejahteraan Desa. Oleh karena itu, tugas seorang Pengawas BUM Desa bukan hanya duduk manis di akhir tahun saat laporan dibacakan.
Salah satu instrumen paling ampuh yang harus dimiliki Pengawas adalah kemampuan melakukan due diligence (Uji tuntas). Kali ini mimin akan coba bahas bagaimana penerapan due diligence sebagai pedoman kerja nyata bagi Pengawas.
Due diligence adalah proses investigasi atau audit yang dilakukan untuk memverifikasi fakta-fakta sebelum seseorang menandatangani kontrak, melakukan investasi, atau membeli sebuah perusahaan. Tujuannya adalah agar kita tahu persis apa yang kita beli dan menghindari risiko tersembunyi, bosqu.
Beberapa jenis Due Diligence bisa berbeda-beda tergantung situasi fokus pemeriksaannya:
Jenis & Apa yang Diperiksa dalam Due Diligence
| Jenis | Apa yang diperiksa? |
|---|---|
| Finansial | Memeriksa laporan keuangan, utang, arus kas, dan kewajiban pajak. |
| Legal (Hukum) | Memeriksa kontrak kerja, sengketa hukum (tuntutan), dan izin usaha. |
| Operasional | Menilai kualitas mesin, efisiensi produksi, dan rantai pasokan. |
| Komersial | Menganalisis posisi pasar, kompetitor, dan potensi pertumbuhan di masa depan. |
| SDM | Mengecek latar belakang manajemen, struktur gaji, dan budaya kerja karyawan. |
Secara sederhana, due diligence adalah proses “pemeriksaan mendalam” sebelum sebuah keputusan besar diambil. Bagi Pengawas, ini adalah cara memastikan agar tidak terjadi Pelaksana Operasional (Direktur) baik tidak sengaja atau sengaja membawa BUM Desa ke dalam lubang kerugian.
Mengapa Due Diligence Sangat Penting untuk Pengawas BUM Desa? setidaknya ada 3 alasan bosqu, tersaji dalam tabel ya. Saat ini baru suka tabel 😉
Alasan Melakukan Due Diligence
Analisis mendalam untuk pengambilan keputusan bisnis yang tepat dan minim risiko
| Alasan | Uraian |
|---|---|
| Menghindari Kerugian | Menemukan “bom waktu” (seperti utang tersembunyi atau masalah hukum) sebelum uang kita keluar. Due diligence membantu mengidentifikasi risiko potensial yang tidak terlihat pada pandangan pertama. |
| Menentukan Harga yang Pas | Memastikan nilai aset yang kita beli sesuai dengan harga yang diminta penjual. Analisis mendalam memberikan dasar objektif untuk negosiasi harga yang adil bagi kedua belah pihak. |
| Kewajiban Hukum | Dalam banyak transaksi bisnis, melakukan uji tuntas adalah standar profesional untuk menunjukkan bahwa kita telah bertindak hati-hati. Ini melindungi dari tuntutan hukum di kemudian hari. |
Biar nyambung dengan style kita di Desa, kita sajikan contoh sederhana dalam kehidupan sehari-hari ya bosqu. Bilamana ingin membeli mobil bekas, proses due diligence yang dilakukan adalah:
- Mengecek keaslian BPKB dan STNK (Legal).
- Membawa montir untuk memeriksa mesin (Operasional).
- Mengecek harga pasar mobil serupa (Komersial).
Hubungan antara due diligence dengan tugas Pengawas BUM Desa
Dalam konteks BUM Desa (Badan Usaha Milik Desa), due diligence atau uji tuntas merupakan instrumen kunci bagi Pengawas dalam menjalankan tugasnya secara profesional dan melindungi aset desa. Berdasarkan PP No. 11 Tahun 2021, tugas Pengawas bukan hanya melihat laporan di akhir tahun, tetapi juga memastikan kebijakan pengurusan berjalan sesuai koridor hukum dan ekonomi.
Gimana penerapan due diligence sebagai pelaksanaan tugas Pengawas BUM Desa bosqu? mimin sajikan dalam tabel ya bosqu 🙂
Penerapan Due Diligence (Uji Tuntas) oleh Pengawas BUM Desa
| Penerapan | Uraian | Contoh Kegiatan |
|---|---|---|
| Uji Tuntas dalam Pemilihan Unit Usaha Baru | Sebelum BUM Desa membuka unit usaha baru (misalnya: desa wisata, pengolahan sampah, PAM Desa, atau toko desa) Pengawas dapat mencermati dan memastikan beberapa hal. |
|
| Uji Tuntas dalam Kerja Sama Pihak Ketiga | Jika Pelaksana Operasional (Direktur BUM Desa) ingin bekerja sama dengan perusahaan swasta atau pihak luar, Pengawas harus melakukan due diligence terhadap mitra tersebut. |
|
| Uji Tuntas Aspek Operasional & SDM | Integritas pengelola dan kesesuaian harga barang/jasa. |
|
| Uji Tuntas sebagai Dasar Audit Investigatif | Jika ada indikasi penyimpangan atau kerugian, Pengawas berwenang melakukan audit investigatif. Ini bentuk due diligence tingkat lanjut. |
|
| Telaah Laporan Semesteran & Tahunan | Pengawas menelaah laporan dari Pelaksana Operasional sebelum dibawa ke Musyawarah Desa. Proses ini adalah uji tuntas terhadap angka-angka yang disajikan. |
|
Biar mudah dipahami bosqu, mimin buatkan perbandingan peran, antara Pelaksana operasional dengan Pengawas BUM Desa ya!
Peran Pelaksana Operasional dan Pengawas BUM Desa
| Kegiatan | Peran Pelaksana Operasional (Direktur) | Peran Pengawas (Uji Tuntas) |
|---|---|---|
| Investasi | Mencari peluang dan menjalankan bisnis. | Memeriksa risiko dan memastikan keamanan modal. |
| Kontrak | Menegosiasikan draf kerja sama. | Menelaah pasal-pasal kontrak agar tidak merugikan desa. |
| Laporan | Menyusun laporan keuangan. | Memverifikasi kebenaran laporan tersebut (Audit). |
Sehingga dengan demikian, secara sederhananya gini bosqu, due diligence bagi Pengawas BUM Desa itu seperti “benteng pertahanan” agar Dana Desa yang disertakan sebagai modal BUM Desa tidak hilang akibat keputusan bisnis yang tidak transparan atau bahkan ceroboh.
Langkah Praktis: Checklist Due Diligence untuk PengawasBUM Desa
Bos2qu yang kebetulan jadi Pengawas BUM Desa, atau pendamping desa yang setia mendampingi penguatan kapasitas Pengawas BUM Desa, dapat menggunakan langkah-langkah beirkut ini saat mengevaluasi laporan atau rencana kerja BUM Desa.
Langkah Due Diligence Pengawas BUM Desa
| Langkah Due Diligence | Keterangan |
|---|---|
| Mintalah Data | Minta Direktur memberikan semua dokumen pendukung, bukan hanya ringkasan presentasi. |
| Verifikasi Lapangan | Jangan percaya hanya pada laporan tertulis. Kunjungi lokasi usaha secara mendadak untuk melihat realita operasionalnya. |
| Wawancara Mitra/Vendor | Jika perlu, bicara langsung dengan pemasok atau pelanggan BUM Desa untuk mengetahui reputasi unit usaha di mata mereka. |
| Berikan Rekomendasi Tertulis | Hasil dari due diligence Anda harus dituangkan dalam laporan tertulis kepada Musyawarah Desa (Musdes) sebagai dasar pengambilan keputusan. |
Due diligence bukan berarti kita tidak percaya pada pengelola BUM Desa ya bosqu. Tapi sebaliknya, ini adalah bentuk rasa sayang kepada Desa. Dengan melakukan uji tuntas yang ketat, Pengawas BUM Desa memastikan bahwa setiap rupiah modal desa dikelola dengan prinsip kehati-hatian (prudent) dan transparan.
BUM Desa yang sehat dimulai dari Pengawas yang kritis dan berwawasan luas. Pengawas yang baik tidak hanya menunggu laporan di meja. Pengawas yang hebat melakukan ‘due diligence’ setiap hari dengan cara memastikan sistem berjalan sesuai aturan, sehingga potensi kerugian bisa dipangkas sejak dini. Namun, tugas ini harus dilakukan secara objektif. Pengawas tidak boleh ikut campur dalam teknis jualan (eksekusi) ya bosqu, tapi wajib tahu bagaimana jualan itu dilakukan (pengawasan).
Moh Ali Khomsin (TAPM Kabupaten Kudus/ PIC BUM Desa)*
Berikut contoh Format Laporan Hasil Uji Tuntas yang bisa langsung digunakan oleh Pengawas BUM Desa ya bosqu 😉 Format ini pun bisa digunakan oleh Pengawas BUM Desa untuk dilaporkan dalam Musyawarah Desa (Musdes) atau rapat koordinasi bulanan.
FORMAT LAPORAN UJI TUNTAS (DUE DILIGENCE)
Jelaskan mengapa uji tuntas ini dilakukan. Contoh: Menanggapi rencana Direktur BUM Desa untuk membuka usaha perdagangan kerjasama dengan PT. XYZ
Pemeriksaan dilakukan pada aspek-aspek berikut:
- Legalitas dokumen dan izin usaha.
- Kelayakan finansial dan proyeksi laba-rugi.
- Kredibilitas mitra/pihak ketiga.
- Dampak risiko terhadap modal desa.
| No | Aspek Pemeriksaan | Status (Ok/Beresiko) | Temuan Detail |
|---|---|---|---|
| 1 | Legalitas Lahan/Tempat | Beresiko | Sertifikat lahan masih atas nama pribadi, belum ada perjanjian sewa/pinjam pakai. |
| 2 | Profil Mitra Usaha | Beresiko | Perusahaan mitra baru berdiri 6 bulan, belum memiliki rekam jejak proyek serupa. |
| 3 | Proyeksi Keuangan | Beresiko | Estimasi keuntungan terlalu tinggi (20% per bulan), dianggap tidak realistis secara pasar. |
| 4 | Kesiapan SDM | Beresiko | Calon petugas kasir belum ada dari Desa yang memiliki sertifikasi/ keahlian yang memadai. |
| 5 | Status Modal | Beresiko | Dana yang diajukan melebihi 50% dari total penyertaan modal desa. |
Tuliskan poin-poin krusial yang paling berbahaya bagi kelangsungan BUM Desa
Contoh: Risiko gagal karena estimasi keuntungan terlalu tinggi (20% per bulan), dianggap tidak realistis secara pasar.
Berdasarkan hasil uji tuntas di atas, Pengawas memberikan rekomendasi sebagai berikut:
| Check List | Rekomendasi | Uraian |
|---|---|---|
| DISETUJUI | Tanpa catatan. | |
| DISETUJUI DENGAN SYARAT | Sebutkan syaratnya, misal: Perbaiki perkiraan pendapatan dalam analisa kelayakan usaha terlebih dahulu, dengan cara survey toko lain | |
| DITUNDA/DITOLAK | Sebutkan alasannya, misal: Karena risiko finansial yang terlalu tinggi dan tidak sesuai dengan AD/ART |
(________________________)
Klik tombol di atas untuk mengunduh laporan dalam format yang diinginkan
Contoh format matriks kerja dan mingguan pengawas BUM Desa berbasis prinsip Due Diligence yang fokus harian Pengwas BUM Desa adalah “Verifikasi, Validasi, dan Evaluasi”.
MATRIKS KERJA HARIAN & MINGGUAN PENGAWAS
| Tugas Harian: Pengawasan (Monitoring) |
Pengawasan Rutin Harian
|
|---|---|
| Tugas Mingguan: Verifikasi Dokumentasi |
Verifikasi Mingguan
|
| Tugas Bulanan: Audit & Evaluasi Strategis |
Audit dan Evaluasi Bulanan
|
- Pemeriksaan Buku Kas: Melakukan due diligence sederhana pada catatan pengeluaran harian. Apakah setiap pengeluaran ada nota resminya? Apakah tujuannya sesuai dengan rencana kerja?
- Pemantauan Operasional: Mengamati aktivitas unit usaha (misal: jumlah pengunjung wisata atau transaksi di toko desa). Tujuannya untuk memastikan data yang dilaporkan secara lisan sesuai dengan kenyataan di lapangan.
- Dialog Informal: Berbincang dengan karyawan atau pelanggan. Ini adalah bentuk soft due diligence untuk mendeteksi adanya potensi masalah pelayanan atau ketidakpuasan sebelum menjadi konflik besar.
- Uji Tuntas Dokumen Transaksi: Mengumpulkan sampel nota atau kuitansi mingguan. Pastikan vendor yang menyuplai barang adalah vendor tetap atau yang harganya kompetitif (mencegah markup).
- Pengecekan Stok/Inventaris: Melakukan cek fisik (opname) mendadak pada aset BUM Desa. Apakah aset masih ada, berfungsi, dan dirawat dengan baik?
- Rekonsiliasi Bank: Mencocokkan saldo di buku besar dengan rekening koran bank BUM Desa.
- Review Perjanjian Baru: Jika bulan tersebut ada rencana kontrak baru, Pengawas melakukan due diligence legal (membaca draf kontrak) sebelum ditandatangani oleh Direktur.
- Penyusunan Laporan Pengawasan: Merangkum semua temuan harian dan mingguan menjadi rekomendasi untuk pengelola.
| Jam/Waktu | Aktivitas Pengawasan | Objek Uji Tuntas (Due Diligence) |
|---|---|---|
| Pagi | Cek Kehadiran & Kesiapan | Apakah personil kunci (kasir/operator) hadir dan siap melayani? |
| Siang | Cek Fisik Kas/Transaksi | Apakah uang tunai di laci kasir sinkron dengan sistem/catatan? |
| Sore | Cek Logistik/Aset | Apakah mesin/kendaraan operasional diparkir dengan aman dan dirawat? |
| Insidentil | Cek Pengaduan | Apakah ada keluhan warga/pelanggan terkait layanan BUM Desa? |
Klik tombol di atas untuk mengunduh matriks kerja dalam format yang diinginkan
