KUDUS.JamuDesa (24/1/2026). BUM Desa Tunggak Jati Japan, Desa Jaoan, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, menunjukkan tren positif dalam pengelolaan unit usahanya. Dalam Musyawarah Desa laporan Tahunan yang digelar Selasa (6/1) malam, BUM Desa ini melaporkan perolehan laba bersih yang mencapai lebih dari Rp50 juta.
Acara tersebut dihadiri oleh berbagai pihak, mulai dari Kepala Desa, BPD, tokoh masyarakat, RT/RW, hingga perwakilan Kecamatan Dawe dan pendamping desa. Keberhasilan ini berdampak langsung pada Pendapatan Asli Desa (PAD) Japan melalui bagi hasil sebesar 45%.
Edi Surahmad (Pendamping Desa Kecamatan Dawe), memberikan keterangannya mengenai rincian keuntungan tersebut:
“Untuk bagi hasil untuk PAD 45% sekitar 26 juta sekian. Jadi sekitar keuntungan bersih berarti sekitar 50 lebih,” ujar narasumber saat menjelaskan kondisi finansial BUM Desa.
Terkait unit usaha yang paling menonjol, pihak pengelola menjelaskan bahwa sektor digital menjadi penyumbang terbesar:
“Sumbangsih pesat paling utama internet desa. Terus yang kedua ada penyewaan gedung aula, terus ada ketahanan pangan. Cukup banyak kemarin… (ketahanan pangan) bagi hasil penggemukan,” saat di temui JamuDesa (9/1/2026).
Selain mengejar profit, BUM Desa Tunggak Jati juga aktif dalam kegiatan sosial melalui program CSR. Manfaatnya kini dapat dirasakan langsung oleh warga melalui penyediaan akses internet gratis.
“Wah sangat terbantu sekali, terutama sudah CSR sudah cukup banyak. Di tempat-tempat strategis dikasih WiFi gratis sama CCTV. Yang sudah itu ya sekolahan, terus di tempat-tempat strategis pertigaan atau jalan masuk-keluar desa,” pungkasnya dalam sesi wawancara tersebut.
BUM Desa Tunggak Jati Japan
Ikhtisar Capaian Kegiatan Usaha – Per 31 Desember 2025
TOTAL PENERIMAAN Rp 548.540.562LABA BERSIH (SETELAH PAJAK) Rp 59.484.569KONTRIBUSI PADes (45%) Rp 26.768.056
Unit Usaha Penerimaan (IDR) Internet Desa Rp 465.714.150 Perdagangan UMKM Rp 40.837.000 Jasa Pengelolaan & Pengadaan Rp 33.509.412 Wisata Desa Rp 6.280.000 Sewa Gedung Rp 2.200.000 BAGI HASIL PADES (45%) Rp 26.768.056

Inovasi dan Ekspansi: Strategi BUM Desa Tunggak Jati Japan Perkuat Ekonomi Desa
Direktur BUM Desa Tunggak Jati Japan, Ahmad Khakim, mengungkapkan bahwa unit usaha internet tetap menjadi pilar utama pendapatan desa dengan pertumbuhan basis pelanggan yang konsisten, dari semula 450 kini telah mencapai 463 pelanggan. Selain sektor digital, BUM Desa juga tengah memacu sektor ketahanan pangan melalui peternakan pembesaran kambing yang mulai berjalan pada akhir November 2025 dengan sistem bagi hasil yang ditargetkan mencapai puncaknya pada Hari Raya Qurban mendatang.
“Paling dominan memang internet, namun kami juga terus mengembangkan potensi lain seperti paket wisata camping ground, produksi kopi, hingga rencana pembukaan jalur pendakian puncak pada 2026 untuk mengoptimalkan pendapatan,” ujar Khakim saat menjelaskan diversifikasi usaha yang dilakukan guna meningkatkan kontribusi PADes yang pada tahun 2025 saja sudah menyentuh angka Rp26,7 juta (24/1/2026)
MohAli Khomsin, TAPM Kab. Kudus*)
