KARANGANYAR.JamuDesa.com (10/11/2025). Berawal dari postingan di Channel WA Kemendesa PDT. JamuDesa tertarik membikin ulasan tentang Desa Gentungan, Mojogedang, Karanganyar,Jawa Tengah. JamuDesa mencoba menulisnya sebagai bagian dari pengelolaan pengetahuan inovasi Desa (PPID).
Isu pembangunan inklusif, yang memastikan semua warga negara menikmati hak dan kesempatan yang setara, seringkali menjadi wacana besar di tingkat nasional. Namun, Desa Gentungan di Kecamatan Mojogedang, Kabupaten Karanganyar, membuktikan bahwa gerakan nyata inklusivitas tumbuh paling subur dari akar rumput. Desa ini telah bertransformasi menjadi pelopor desa ramah difabel di Karanganyar.
Desa Gentungan menunjukkan kepada kita bagaimana sebuah komunitas dapat tumbuh utuh dengan membuka ruang yang setara bagi seluruh warganya, termasuk kelompok penyandang disabilitas (difabel).
Dari Komunitas Menjadi Kekuatan Utama
Titik awal gerakan ini adalah inisiatif dari para difabel sendiri. Sejak 25 Oktober 2017, di desa ini telah berdiri Kelompok Difabel Desa Gentungan Mandiri (KDDGM). KDDGM tidak hanya mewadahi para penyandang disabilitas, tetapi juga keluarga mereka dan masyarakat peduli. Kelompok ini menjadi motor penggerak utama yang berjuang agar difabel memiliki keterampilan dan kemampuan untuk mencapai kemandirian, mengubah pandangan dari sekadar objek bantuan menjadi subjek pembangunan aktif.
Komitmen Kebijakan yang Nyata
Dukungan dari Pemerintah Desa Gentungan dan Pemerintah Kabupaten Karanganyar berperan besar dalam melembagakan semangat inklusivitas ini.
Berbagai kegiatan pendampingan dan penguatan terus dilakukan secara berkelanjutan. Contohnya, pada Juli 2024, Desa Gentungan menjadi lokasi Pendampingan I untuk Penguatan Kader Pengembangan Desa Inklusif.
Ini menunjukkan komitmen untuk memastikan adanya sumber daya manusia (SDM) di desa yang mampu menyelenggarakan pembangunan secara inklusif dan berkelanjutan. Bahkan, kolaborasi ini diperluas hingga menyentuh isu lingkungan.
Pada Oktober 2024, kader desa inklusif di Mojogedang, termasuk Gentungan, difasilitasi dalam pelatihan pengelolaan sampah untuk menjadikannya bernilai ekonomis. Upaya ini memastikan program inklusif terintegrasi dengan berbagai sektor pembangunan desa, tidak hanya berfokus pada disabilitas semata, tetapi pada keberlanjutan ekonomi dan lingkungan yang melibatkan semua pihak.
Desa Gentungan, bersama desa-desa lokus lainnya, secara aktif terlibat dalam Rapat Koordinasi Pengembangan Desa Inklusif sepanjang tahun 2024, menyusun rencana aksi yang berpihak pada kesetaraan dan aksesibilitas.
Melalui sinergi antara semangat kemandirian KDDGM, alokasi anggaran yang mendukung (termasuk dari Dana Desa), serta dukungan regulasi dan fasilitasi dari pemerintah daerah, Gentungan membuktikan bahwa membangun desa yang adil, setara, dan inklusif adalah sebuah keniscayaan yang dapat diwujudkan mulai dari tingkat desa.
Flashback ke Kabupaten Kudus apakah ada Desa Inklusi dan gerakan pemberdayaan disabilitas? ya ada, salah satunya Desa Demaan Kecamatan Kota Kudus. Kesempatan berikut JamuDesa akan mencoba menulis tentang Desa Demaan ramah disabilitas.
Moh Ali Khomsin
Sumber:
Indorelawan ink 1 link 2
Dispermades Karanganyar link 1, link 2, link 3
channel WA kemendesa PDT, 9/11/2025





