Sukses Gandeng 6 Pangon, BUM Desa Makmur Berkah Jojo Cetak Untung Manis dari Bisnis Ternak Kerbau

KUDUS.JamuDesa.com (25/5/2026). Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) Makmur Berkah yang terletak di Desa Jojo, Kecamatan Mejobo, sukses mengukir cerita manis di sektor peternakan. Lewat skema kerja sama dengan enam pangon (pelihara/penggembala) lokal, badan usaha milik desa ini berhasil mendulang keuntungan signifikan dari penjualan hewan ternak menjelang Hari Raya Idul Adha.

Program yang dimulai sejak Februari 2026 lalu ini terbukti menjadi stimulus ekonomi yang efektif bagi warga desa. Saat itu, BUM Desa membeli 9 ekor hewan ternak dengan harga berkisar antara Rp18,5 juta hingga Rp24 juta per ekor. Setelah melalui proses perawatan intensif, seluruh hewan ternak tersebut kini telah laku terjual dengan harga fantastis, mulai dari Rp25 juta hingga Rp31 juta per ekor.

Kepala Desa Jojo, Syamsul Hidayat, tidak dapat menyembunyikan rasa bahagianya melihat perkembangan positif BUM Desa Makmur Berkah. Progres ini membuktikan bahwa unit usaha desa mampu bergerak produktif dan memberikan dampak instan bagi masyarakat.

“Tentu senang sekali bisa menjalankan program ini dengan lancar dan melihat hasilnya nyata,” ungkap Syamsul dengan rona bahagia saat ditemui JamuDesa.com (25/5/2026).

Mimpi Mandiri Pakan: Dobrak Tradisi ‘Ngarit’ Konvensional

Meski mendulang sukses di periode awal, Syamsul Hidayat sudah menatap langkah strategis ke depan. Ia berharap peternakan di wilayahnya, khususnya yang dikelola oleh BUM Desa, bisa segera mencapai fase mandiri pakan melalui teknologi pakan fermentasi.

Selama ini, wilayah Desa Jojo sebenarnya memiliki sumber pakan yang sangat melimpah, mulai dari sisa panen padi (jerami), limbah tebu, hingga rumput liar. Namun, para peternak kerap terkendala oleh sistem ngarit (merumput) tradisional, serta faktor alam seperti banjir dan kekeringan yang mengancam ketersediaan pakan hijau.

“Jika sudah beralih ke pakan fermentasi, peternak tidak perlu lagi mengarit setiap hari. Dengan demikian, efisiensi kerja meningkat tajam. Satu orang pangon nantinya bisa memelihara lebih dari 2 ekor ternak sekaligus,” tambah Syamsul optimis.

Dukungan Pendamping Desa: Usulkan Kolaborasi dengan Perguruan Tinggi

Langkah inovatif Pemerintah Desa Jojo ini mendapat dukungan penuh dari Pendamping Desa Mejobo, Saiful Karim. Guna merealisasikan mimpi mandiri pakan tersebut, Saiful mengusulkan adanya kolaborasi lintas sektor yang lebih luas.
Ia mendorong Pemerintah Daerah untuk menjembatani kerja sama dengan pihak Perguruan Tinggi melalui program Pengabdian Masyarakat.

“Perlu ada pendampingan teknologi tepat guna dari akademisi, khususnya untuk pembuatan pakan fermentasi yang spesifik untuk kerbau. Jika ini berjalan, potensi peternakan di Jojo akan jauh lebih melesat,” cetus Saiful Karim (25/5/2026).

Respons Hangat Pangon Mitra

Kebahagiaan program ini juga dirasakan langsung oleh Sumadi (73), salah satu pangon mitra BUM Desa yang telah menyelesaikan satu periode pemeliharaan selama empat bulan. Hewan ternak yang dirawatnya sukses terjual di angka Rp27,5 juta.

Bagi lansia seperti Sumadi, program ini bukan sekadar urusan materi, melainkan ruang untuk tetap produktif di usia senja.

“Ya senang sekali, Mas. Bisa buat aktivitas sehari-hari, timbang (daripada) nganggur di rumah,” tutur Sumadi sambil tersenyum lebar saat ditemui media, Senin (25/5/2026).

Setelah sukses di fase ini, manajemen BUM Desa Makmur Berkah bersama para pangon akan mengambil jeda sekitar satu bulan setelah Hari Raya Idul Adha. Waktu jeda ini akan digunakan untuk evaluasi, pembersihan kandang, dan persiapan modal sebelum nantinya kembali memborong bibit ternak baru untuk periode berikutnya.

Moh Ali Khomsin/ JamuDesa

Leave a Reply

Discover more from JAMU DESA

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading