KUDUS.JamuDesa.com (25/5/2026). Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) Bathirejo Desa Kesambi, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, terus menunjukkan tren positif dalam memperkuat kemandirian ekonomi desa. Melalui unit usaha pengelolaan sampah dan ketahanan pangan berbasis peternakan, BUM Desa ini tidak hanya berhasil mengatasi persoalan lingkungan, tetapi juga sukses menyumbang Pendapatan Asli Desa (PADes) yang signifikan.
Dalam Musyawarah Desa (Musdes) laporan tahunan 2025 yang digelar pada 12 Maret 2026 lalu, BUM Desa Bathirejo mencatatkan total pendapatan sebesar Rp256.361.000 dengan total beban operasional Rp235.079.148. Dari hasil tersebut, usaha ini membukukan laba bersih sebesar Rp31.139.940 dan sukses menyetorkan PADes tahun anggaran 2025 sebesar Rp9.341.982. Angka kontribusi ini naik tajam dibanding tahun 2024 yang tercatat sebesar 7 juta.

Kepala Desa Kesambi, Mukhammad Masri, mengapresiasi langkah progresif BUM Desa yang kini serius “memeluk” usaha pengelolaan sampah. Dalam praktiknya, petugas kebersihan mengambil sampah langsung dari rumah warga untuk kemudian diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Hingga akhir Desember 2025, tercatat jumlah pelanggan aktif telah menyentuh angka 1.500-an kepala keluarga (KK). Tarif yang dikenakan pun bervariasi, mulai dari Rp15.000 hingga Rp150.000 per bulan, tergantung pada volume sampah yang dihasilkan.
Meski demikian, Mukhammad Masri optimistis potensi pelanggan ini masih bisa digenjot lebih maksimal. Ia juga menyiapkan strategi kewilayahan untuk menekan perilaku buang sampah sembarangan sekaligus menarik minat warga agar bergabung menjadi pelanggan BUM Desa.
“Pelanggan sudah banyak, sekitar 1.500-an. Kalau saya lebih tegas, pelanggan bisa lebih banyak lagi, karena itu belum 100 persen warga Desa Kesambi. Ada beberapa strategi yang bisa dilakukan agar warga mau buang sampah dan bergabung ke BUM Desa, salah satunya adalah penataan tanggul sungai yang juga akan dijadikan taman. Tujuannya biar mereka tidak pada buang sampah di situ lagi,” ujar Mukhammad Masri (25/5/2026).
Inovasi Ketahanan Pangan Melalui Bathirejo Farm
Selain sukses mengurai benang kusut persampahan, BUM Desa Bathirejo juga melebarkan sayap ke sektor ketahanan pangan. Di bawah bendera Bathirejo Farm, usaha peternakan ini tampil mentereng di antara deretan kandang yang ada di sentra peternakan Desa Kesambi.
Direktur BUM Desa Bathirejo Kesambi, Anas Aminuddin, menjelaskan bahwa pihaknya menerapkan skema kerja sama pemeliharaan (bagi hasil) untuk mengelola komoditas ternak. Saat ini, Bathirejo Farm mengelola belasan ekor ternak dan telah berhasil melakukan transaksi penjualan dengan nilai yang menjanjikan.
“Kami menjalankan usaha sampah dan ketahanan pangan. Untuk peternakan berupa domba 13 ekor dan kambing 13 ekor yang saat ini sudah laku banyak. Kami juga mengelola kerbau 2 ekor, dan kemarin sudah sempat menjual kerbau seharga Rp26 jutaan. Skema yang dipakai adalah kerja sama pemeliharaan,” kata Anas.
Terkait manajemen operasional di usaha sampah, Anas menambahkan bahwa kesejahteraan lini lapangan menjadi prioritas. Saat ini, BUM Desa mempekerjakan 4 orang petugas penarik sampah.
“Ada 4 petugas dengan gaji bulanan sebesar Rp2,2 juta per orang. Itu masih ditambah dengan biaya operasional sekitar Rp950 ribuan untuk bensin dan retribusi. Selain itu, para petugas juga berhak mendapatkan hasil dari penjualan barang rongsok (rosok) yang bernilai ekonomis,” pungkas Anas.
Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah desa, manajemen BUM Desa, dan kesadaran lingkungan warga, Desa Kesambi kini menjadi salah satu potret desa di Kudus yang mampu mengubah tantangan sampah dan potensi lokal menjadi sumber kesejahteraan masyarakat.
Moh Ali Khomsin/ JamuDesa



