KUDUS, JamuDesa.com (24/5/2026). Pagi yang sejuk di kawasan Alas Jati Sewu, Desa Wonosoco, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, terasa jauh lebih meriah pada Minggu Legi (24/5/2026). Ribuan orang tumpah ruah bernostalgia di Pasar “Sarwono”, sebuah destinasi wisata kuliner tradisional dan buka sejak Desember 2022, kini menjadi magnet baru pariwisata sekaligus roda penggerak ekonomi warga.
Hanya beroperasi selama tiga jam, mulai pukul 07.00 hingga 10.00 WIB, pasar unik yang digagas oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Wonosoco dan BUMDes Wonorekso ini mencatatkan angka kunjungan dan perputaran uang yang fantastis.
Kepala Desa Wonosoco, Setyo Budi, menyampaikan rasa syukurnya atas antusiasme masyarakat yang terus meningkat.
“Pasar Sarwono yang digagas Pemdes dan BUMDes Wonorekso Wonosoco ini khusus buka pada Minggu Legi pagi. Hari ini, total perputaran ekonomi yang berputar di desa kami bisa mencapai Rp 80 jutaan,” ungkapnya.
Angka tersebut, lanjut Setyo, berasal dari nilai transaksi yang mencapai kisaran Rp 50 juta, ditambah dari penjualan tiket masuk (HTM) seharga Rp 5.000 kepada kurang lebih 2.500 pengunjung. Pendapatan tersebut turut menghidupi berbagai sektor, mulai dari kebutuhan penataan untuk 30 pedagang yang semuanya merupakan warga asli Wonosoco, hingga biaya operasional petugas, pengelolaan parkir, kebersihan, dan hiburan.
Berkah Melimpah bagi Pedagang Lokal
Keunikan utama Pasar Sarwono terletak pada alat tukarnya. Pengunjung tidak menggunakan uang rupiah secara langsung, melainkan harus menukarnya dengan koin-koin bernuansa klasik. Inovasi ini nyatanya membawa berkah tersendiri dan kebahagiaan bagi para pedagang lokal.

Rumini, salah satu pedagang yang menjajakan kuliner lawas bersama keluarganya Widayati dan Tri Mulyati, tak bisa menyembunyikan senyumnya.
“Semenjak Sarwono buka, rasanya remen (suka), sae (bagus), dan bahagia sekali karena ada peningkatan pemasukan. Harapannya ya tetap lanjut, semakin ramai, semakin baik, karena ini bisa jadi ekonomi tambahan buat kami,” tuturnya antusias (24/5/2026).
Pagi itu, dagangan Rumini laris manis. Ia berhasil mengumpulkan 1.000 koin berwarna cokelat dan beberapa koin biru yang baru pertama kali diluncurkan hari itu.
“Pagi ini jualan Nasi Jagung habis 12 kilogram, Nasi Loyang juga habis 10 kilogram. Alhamdulillah. Selain itu kami juga jual bothok, godong kates, gunthil, kembang kates, dan bermacam jajanan lainnya,” imbuhnya.
Daya Tarik yang Mengundang Wisatawan Lintas Daerah
Pesona kearifan lokal di Pasar Sarwono sukses menghipnotis pengunjung dari berbagai wilayah. Pantauan tim JamuDesa.com di lokasi, hiruk-pikuk kebahagiaan sangat terasa. Tidak hanya ibu-ibu yang berburu sayur dan jajanan jadul, rombongan pesepeda juga tampak bersantai menikmati hidangan sambil dihibur alunan live music.
Menurut keterangan pengurus BUMDes, pengunjung hari ini sangat beragam. Mulai dari rombongan asal Desa Demaan, Demangan (Kota Kudus), hingga wisatawan dari Desa Japan (Dawe).
Ada pula cerita menarik dari sebuah keluarga asal Kecamatan Mejobo yang datang satu mobil. Meski baru pertama kali ke Sarwono dan sempat kesiangan karena sedikit terkendala Google Maps, mereka mengaku sangat puas. Kini, setelah tahu letak persisnya, mereka berjanji akan datang lagi lebih awal di Minggu Legi berikutnya tanpa khawatir tersesat.
Kepuasan serupa juga dirasakan oleh seorang pengunjung asal Desa Jati. Ia mengaku sangat senang usai menghabiskan 6 koin biru dan 20 koin cokelat untuk memborong aneka penganan lezat seperti tape, kentang hitam, hingga pepes telur ikan.
“Seneng banget di sini, suasananya beda. Pasti bakal kembali lagi ke sini,” ucapnya puas.
Agenda Budaya Mendatang: Wayang Klithik dan Resik Sendang
Bagi Anda yang belum sempat berkunjung, jangan khawatir. Kades Setyo Budi membocorkan bahwa Desa Wonosoco telah menyiapkan kejutan budaya yang lebih meriah dalam waktu dekat.
Memasuki bulan Juni hingga Juli mendatang, Wonosoco akan menggelar perayaan tradisi tahunan “Resik Sendang” dan pertunjukan langka Seni Wayang Klithik.
“Besok kita akan menampilkan budaya seni Wayang Klithik, digelar pada Sabtu Kliwon dan Minggu Legi. Ini adalah momen spesial dua hari berturut-turut dalam satu tahun. Acaranya dimulai jam 10.00,” beber Setyo Budi.
Rangkaian acara ini memiliki nilai magis dan spiritual yang kental. Tradisi Resik Sendang akan diawali pada Kamis Pon dengan prosesi penyembelihan kambing di dua sumber mata air utama desa, yakni Sendang Dewot dan Sendang Gading. Menyatukan pesona alam, kelezatan kuliner tradisional, dan kearifan budaya leluhur, Pasar Sarwono dan Desa Wonosoco jelas merupakan destinasi wisata di Kabupaten Kudus yang pantang untuk dilewatkan. Siapkan waktu dan keluarga Anda untuk kunjungan di Minggu Legi berikutnya!
Moh Ali Khomsin/JamuDesa
