Tembus 7 SPPG, Panen Perdana Lele BUM Desa Jurang Kudus Langsung Ludes dalam Bentuk Marinasi

KUDUS.JamuDesa.com (13/7/2026). Langkah cerdas diambil Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) Gelis Sejahtera, Desa Jurang, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Tak sekadar melakukan panen perdana lele seberat 1,5 ton, mereka langsung melakukan hilirisasi produk menjadi lele marinasi dan sukses mengamankan pasar dengan memasoknya ke enam Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG).

Saat ditemui di lokasi budi daya, Direktur BUM Desa Gelis Sejahtera, Akbar Vandading, mengungkapkan bahwa proses pemanenan dilakukan secara bertahap pada empat kolam dari total 30 kolam yang dimiliki.

Direktur BUM Desa Gelis Sejahtera Jurang Akbar Vandading (13/7)

“Kami mencicil panen selama tiga hari berturut-turut untuk menjaga kualitas. Hari Senin (13/7) kami memanen sekitar 2.930 ekor, disusul hari Selasa (14/7) sebanyak 5.600 ekor, dan puncaknya hari Rabu (15/7) sekitar 2.850 ekor. Total keseluruhan mencapai 11.380 ekor dengan bobot rata-rata 8 sampai 10 ekor per kilogram,” ujar Akbar kepada JamuDesa.com, Senin (13/7/2026).

Menariknya, seluruh hasil panen ini tidak dijual dalam bentuk ikan segar curah, melainkan dipasarkan dalam bentuk produk olahan ikan marinasi siap masak. Langkah hilirisasi ini terbukti jitu mendongkrak nilai jual produk. BUM Desa Jurang bahkan telah mengamankan pasar tetap dengan menyuplai produk tersebut ke tujuh pos Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG).

Ramah Lingkungan dan Serap Tenaga Kerja

Berdasarkan pantauan langsung di area budi daya, sistem kolam yang digunakan adalah teknologi bioflok. Keunggulan sistem ini sangat terasa pada kebersihan lingkungan, di mana air kolam sama sekali tidak mengeluarkan bau menyengat yang biasanya identik dengan peternakan lele konvensional. Lele-lele yang dipanen pun tumbuh optimal dengan masa peliharaan yang relatif singkat, yakni hanya 2,5 bulan.

Selain berkontribusi pada ketahanan pangan desa, unit usaha ini juga mulai menggerakkan roda perekonomian warga lokal. Proses hulu ke hilir dari unit ini berhasil menyerap tenaga kerja setempat. Sebanyak dua orang warga diberdayakan khusus untuk menangani teknis pemanenan di kolam, sementara tujuh orang lainnya—didominasi oleh ibu-ibu warga desa—dilibatkan dalam tim pengolahan ikan marinasi.

Modal Menuju Lomba Desa 2027

Keberhasilan BUM Desa Gelis Sejahtera ini mendapat apresiasi sekaligus atensi khusus dari pemerintah kecamatan. Sekretaris Camat (Sekcam) Gebog, Muhammad Alfiatur Rohman, menyatakan bahwa keberhasilan sektor ketahanan pangan ini harus menjadi pemacu semangat bagi Desa Jurang yang tengah dipersiapkan untuk melaju ke ajang yang lebih tinggi.

Dari kiri : Sekcam Gebog Muhammad Alfiatur Rohman, Sekdes Muhammad Zaki (13/7)

“Desa Jurang ini merupakan salah satu peserta yang kami siapkan untuk Lomba Desa tahun 2027 tingkat kabupaten, bahkan harapannya bisa sampai ke tingkat provinsi. Oleh karena itu, BUM Desa sebagai pilar ekonomi desa harus benar-benar bersiap, berbenah, dan membuktikan diri bahwa unit usaha ini bisa berhasil secara berkelanjutan,” tegas laki-laki tegap yang biasa dipanggil Alfin.

Dengan menyisakan 26 kolam bioflok lain yang siap dipanen secara bergilir pada tahap berikutnya, Desa Jurang optimis dapat menjadi percontohan desa mandiri pangan yang mampu mengintegrasikan teknologi budi daya, pemberdayaan masyarakat, dan kepastian pasar.

JD1

Leave a Reply

Discover more from JAMU DESA

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading