KUDUS, JAMUDESA.COM (21/5/2026) . Terlahir belakangan bukan berarti harus berjalan lambat. Prinsip itulah yang kini dibuktikan oleh Desa Dukuhwaringin, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus. Meski baru resmi mendirikan Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) Jati Waringinsari pada tahun 2025, desa di lereng Muria ini langsung tancap gas. Tanpa ragu, mereka melompat cepat, menata kelembagaan secara modern, dan siap menjadi motor baru perekonomian desa yang penuh gairah.
Secara legalitas, BUM Desa Jati Waringinsari telah mengantongi legitimasi kuat lewat Peraturan Desa (Perdes) Dukuhwaringin Nomor 8 Tahun 2025. Langkah ini disempurnakan dengan terbitnya Sertifikat Pendaftaran Badan Hukum nomor AHU–00081.AH.01.33.TAHUN 2026 dari Kemenkumham. Modal awal sebesar Rp159.372.000 digelontorkan untuk menyasar sektor strategis: ketahanan pangan dan peternakan sapi dengan sistem kerja sama pemeliharaan tradisional yang dikemas apik, atau yang akrab disebut sistem pangon.

Geliat Sistem Pangon Smart: Sapi Sehat, Idul Adha Membawa Berkah
Bukan sekadar melepas ternak, BUM Desa Jati Waringinsari menerapkan tata kelola yang rapi. Saat tim Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten Kudus, Moh Ali Khomsin, melakukan visitasi lapangan bersama pengelola, pengawas BUM Desa, dan perangkat desa ke dua lokasi mitra pangon (dari total enam lokasi), hasilnya sangat menggembirakan. Hewan ternak didapati dalam kondisi sehat prima dan bertumbuh kembang secara normal.
Sistem kemitraan ini pun langsung menunjukkan taringnya menjelang musim kurban tahun ini. Keuntungan riil mulai mengalir ke kas desa dan kantong masyarakat mitra.
“Ada yang sudah laku satu untuk kurban, harganya Rp26,5 juta. Alhamdulillah,” ujar Direktur BUM Desa Jati Waringinsari, Jumarlan, dengan nada optimis saat ditemui di lokasi visitasi, Rabu (22/4/2026).
Kaya Potensi, Embrio Usaha yang Lama Terpendam
Jika dirunut ke belakang, lahirnya BUM Desa di tahun 2025 sejatinya hanyalah pelembagaan dari mimpi dan potensi yang sudah lama mengakar di Dukuhwaringin. Sektor pariwisatanya begitu memikat, mulai dari eksotisme Air Terjun Kedunggender, Kampung Lebah, hingga wisata sungai yang menyegarkan.
Tak hanya itu, bumi Dukuhwaringin juga dikenal sangat subur. Hasil pertaniannya melimpah ruah, menjadi komoditas unggulan yang siap dikelola dari hulu ke hilir. Mulai dari jeruk pamelo yang manis, alpukat mentega, pisang, kopi Muria yang khas, jagung, singkong, hingga hamparan tebu. Semua ini adalah “bahan bakar” murni yang siap diolah BUM Desa untuk mendongkraf kesejahteraan warga.
Lompatan Profesional dan Siap “Gas Pol” PAM Desa
Sadar bahwa mereka mengawali langkah sedikit lebih lambat dibanding desa-desa lain, Pemerintah Desa dan Pengelola BUM Desa Dukuhwaringin memilih tidak mau asal-asalan. Keterlambatan ini ditebus dengan komitmen tinggi terhadap ketertiban administrasi dan tata kelola profesional.
Saat ini, BUM Desa Jati Waringinsari telah membentengi operasionalnya dengan panduan yang matang, meliputi:
- SOP Kelembagaan (Tata kelola organisasi yang sehat)
- SOP Keuangan (Transparansi dan akuntabilitas anggaran)
- SOP Kemitraan Peternakan Sapi Berbasis Smart (Sistem pangon modern yang terukur)
Melihat fondasi internal yang sudah kokoh, Pemerintah Desa Dukuhwaringin langsung membidik target besar berikutnya untuk melayani kebutuhan mendasar masyarakat sekaligus menambah pendapatan desa.
“BUM Desa siap gas lagi, dengan menambah unit usaha PAM Desa yang saat ini telah memiliki 4 titik sumur produksi,” tegas Kepala Desa Dukuhwaringin, Aris Istiyanto, dengan penuh semangat, Rabu (20/5/2026).
Bersinergi Menatap Masa Depan
Langkah tegap BUM Desa Jati Waringinsari ke depan dipastikan akan semakin kuat. Demi meluaskan jangkauan ekonomi dan memperkokoh ekosistem usaha di desa, mereka juga menyatakan kesiapannya untuk berkolaborasi dan bermitra strategis dengan Koperasi Desa Merah Putih.
Dukuhwaringin telah memberikan contoh nyata bagi kita semua: bahwa akhir dari sebuah keterlambatan adalah awal dari sebuah lompatan besar. Dengan kerja keras, komitmen kepatuhan pada proses, dan semangat guyub rukun memanfaatkan potensi lokal, BUM Desa Jati Waringinsari sedang berjalan mantap membawa desanya menuju kemandirian ekonomi yang seutuhnya. (MAK/JamuDesa)
