KUDUS.JamuDesa.com (1/12/2025). Semangat membara mewarnai Alun-alun Kudus pada Ahad pagi (30/11/2025)dalam gelaran Festival Difabel memperingati Hari Disabilitas Internasional (HDI) Kabupaten Kudus oleh FKDK (Forum Komunikasi Disabilitas Kudus). Ratusan Sahabat Difabel, didampingi keluarga dan jajaran pemerintah, berkumpul tidak hanya untuk berseremoni, tetapi untuk menegaskan hak-hak dan kesetaraan mereka.
Acara yang dipadati antusiasme peserta ini dihadiri langsung oleh Bupati Kudus Sam’ani Intakoris, Kepala Dinas Sosial P3AP2KB, perwakilan Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah, Naily Fitriani, serta Ketua Panitia, Anjas.
Janji politik akses dan regulasi
dalam sambutannya, Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, memberikan penekanan kuat pada pemenuhan hak-hak dasar dan legal bagi kaum difabel.
“Bapak Ibu semuanya, Sahabat Difa, Difa punya hak sehat, punya hak bahagia, dan punya ruang untuk berinteraksi dengan siapapun,” tegas Bupati Sam’ani.
- Rekapan regulasi terkait KDKMP
- Menteri Koperasi Matangkan Akses Modal dan Pengawasan Ketat untuk KDKMP
- Kejar Target 31 Agustus 2026, Kemendesa Siapkan Manajemen Transisi KDKMP
- Menteri Desa Tegaskan KDKMP Akan Bersinergi dengan BUM Desa dan Didukung Dana Desa
- Bukan Menjadi Pesaing Warung Warga, KDKMP Difungsikan Sebagai Pembeli Hasil Tani Desa
Beliau juga menjanjikan langkah konkrit di tingkat regulasi daerah.
“Di hari Disabilitas ini, kami akan menuntaskan beberapa regulasi-regulasi yang ada, termasuk Perda tentang inklusif disabilitas, nggih. Nanti ada Perbup-nya, kami akan selesaikan dengan teman-teman semuanya.”
Bupati juga menyoroti masalah data dan akses bantuan yang belum merata, meminta seluruh jajaran pemerintah segera turun tangan.
“Ada beberapa Difa yang belum tersentuh, terdaftar, atau belum menikmati apapun, nanti mohon dengan hormat semuanya, Pendamping Desa, TKSK, mendata. Ya, PKH, Bidan Desa, mendata semuanya…”, lanjutnya.
Mengakhiri sambutannya, Bupati mengirimkan pesan kesetaraan.
“Kita akan membuka akses seluas-luasnya untuk teman-teman Difa semuanya. Semua sama. Semua rata, dan semua punya hak yang sama untuk kita semuanya.”
Sorotan Miris: Masih Ada yang Dipasung
Ketua Panitia Festival, Anjas, menyambut baik komitmen Bupati. Ia menyatakan bahwa Kudus semakin inklusif dari tahun ke tahun di bawah kepemimpinan Bupati Sam’ani, dan FKDK kini menjadi mitra strategis pemerintah sebagaimana peraturan perundangan yang berlaku.
- Rekapan regulasi terkait KDKMP
- Menteri Koperasi Matangkan Akses Modal dan Pengawasan Ketat untuk KDKMP
- Kejar Target 31 Agustus 2026, Kemendesa Siapkan Manajemen Transisi KDKMP
- Menteri Desa Tegaskan KDKMP Akan Bersinergi dengan BUM Desa dan Didukung Dana Desa
- Bukan Menjadi Pesaing Warung Warga, KDKMP Difungsikan Sebagai Pembeli Hasil Tani Desa
Namun, ia juga mengingatkan bahwa perjuangan belum selesai.
“Ini acara tidak hanya acara seremonial, di luar sana masih ada yang belum berani tampil, bahkan dipasung.”
Anjas menyampaikan terima kasih atas dukungan pemerintah.
“Terima kasih Pak Bupati dan jajaran sudah beri waktu dan perhatian kepada teman-teman.”
Senada dengan itu, Naily Fitriani dari Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah, memberikan penguatan moral.
“Sahabat Difabel adalah bagian dari agen perubahan. Jangan sampai putus semangat, terutama dukungan dari keluarga. Difa punya kemampuan. Harus bangkit karena njenengan (kalian) agen of change.”






Pesan Spanduk: Melampaui Batasan dan Stop Bullying
Pantauan tim JamuDesa di lokasi, antusiasme peserta sangat tinggi, tercermin dari ekspresi seni dan berbagai spanduk yang mereka bawa, menampilkan pesan moral, motivasi, dan semangat yang kuat. Beberapa pesan yang menarik perhatian antara lain:
"Kekuranganmu adalah kelebihanmu"
"Takdir kita tak ditentukan oleh keterbatasan fisik, semangatlah yang membentuknya"
"Keterbatasan hanya ada dalam pikiranmu, LAMPAUI BATASANMU"
"Berilah kami ruang"
"Stop bullying"
Rangkaian acara diawali dengan ceremoni, dilanjutkan jalan sehat yang diikuti ratusan peserta, dilanjutkan dengan pertunjukan seni yang memukau dari adik-adik dan Sahabat Difabel Kudus, termasuk adanya penampilan Drumband SLB Purwosari.
Moh Ali Khomsin*




