Dinas PMD Kudus Bangkitkan Posyantekdes Melalui Inovasi Pengolahan Sampah

KUDUS.JamuDesa.com (4/11/2023). Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinas PMD) Kabupaten Kudus selenggarakan sosialisasi dan pelatihan Pos Pelayanan Teknologi Desa (Posyantek Desa) hari ini, Selasa, 4 November 2025 dengan tema “Pengelolaan dan Pengolahan Sampah Rumah Tangga”, di Dinas PMD Kabupaten Kudus. Hal ini menjadi bukti, bahwa Dinas PMD terus mendorong optimalisasi peran Posyantek Desa sebagai motor penggerak perubahan perilaku masyarakat dalam menjawab tantangan lingkungan, terutama masalah sampah rumah tangga.

Kabupaten Kudus, yang dikenal dengan pusat industri dan ekonomi, memiliki jumlah penduduk menurut Badan Pusat Statistik (BPS) 2024 mencapai 874.800 jiwa, luas 425,15 km 2 menghadapi tantangan serius terkait sampah. Menanganggapi hal ini, Posyantek Desa diarahkan fokus pada inovasi TTG dalam pengelolaan limbah rumah tangga.

Kepala Dinas PMD Kabupaten Kudus, Famny Dwi Arfana, melalui Kepala Seksi Kelembagaan Masyarakat pada Bidang Pemberdayaan Masyarakat Haryuni Fitrianingrum menyampaikan bahwa kegiatan ini untuk menggiatkan kembali TTG.

“Kegiatan ini kita laksanakan, mungkin yang pernah denger dengan teknologi tepat guna atau posyantek sudah beberapa tahun yang lalu pernah kita laksanakan. Dan untuk kali pertama di tahun ini, kita mulai kembali, tujuannya untuk merefresh, dan sekaligus menggiatkan kembali teknologi tepat guna di masyarakat”, ungkap Haryuni dalam sambutan acara sosialisasi (4/11/2025).

“Kenapa ini penting, ini adalah amanat sebenarnya dari Permendes 23 Tahun 2017”, lanjutnya.

Haryuni menambahkan bahwa TTG bisa bermanfaat maksimal dan tidak harus dengan inovasi yang heboh dan susah.

“Kita sebagai masyarakat perlu melakukan penerapan teknologi tepat guna dan pengelolaan sumber daya alam di Desa, sehingga potensi-potensi yang ada di desa ini bisa bermanfaat secara maksimal”, ujarnya.

Alat peraga solusi masalah limbah rumah tangga dalam giat sosialisasi dan pelatihan Posyantekdes di Dinas PMD Kudus (4/11/2025)

“Tujuan yang pertama, menggiatkan kembali kelembagaan posyantek desa. Yang kedua, biar ada pemahaman bahwa TTG itu tidak harus susah, tapi bisa dimulai dari kita, dari pemanfaatan sumber daya alam maupun manusia yang ada di lingkungan kita, sekaligus ini juga sebagai wujud nyata aksi mendukung program kampung iklim sesuai instruksi Bupati Kudus Nomor 600.4.11/02/2025”, ungkap Haryuni

Ary Wuryanto Kasi Sumber Daya Lingkungan, Teknologi dan Inovasi pada Bidang Pemberdayaan Masyarakat DPMD Kudus menyampaikan data bahwa Posyantekdes yang ada saat ini mencapai 26 Desa. Namun yang masih aktif Posyantek Desa Bae dan Posyantek Desa Janggalan. Dan dengan kegiatan ini harapannya ingin mengaktifkan kembali Posyantek Desa. dan pentingnya Posyantek Desa sebagai indikator penilaian penyelenggaraan Pemerintah Desa.

Kita ingin mengaktifkan kembali Posyantek Desa”, tegas Ary

Padahal Posyantek Desa adalah salah satu indikator penilaian IPPD (Indeks Penyelenggaraan Pemerintah Desa,red). dari 123 Desa yang kemarin kami cek, yang mengupload SK Posyantek Desa hanya 1″, lanjutnya.

Kegiatan ini menghadirkan Hendro Siswanto dari TAPM Kabupaten Kudus dan Munaji dari pegiat lingkungan sekaligus aktivis Proklim Kabupaten Kudus sebagai narasumber.

Hendro Siswanto menyampaikan materi dasar hukum, seluk beluk posyantek Desa dan TTG, dan upaya penerapannya. Ia memerinci bahwa, status dan kedudukan Posyantek Desa sebagai lembaga kemasyarakatan, berkedudukan di Desa, dan ditetapkan dengan Surat Keputusan Kepala Desa. Struktur Posyantek Desa sebanyak 5 orang: ketua, sekretaris, bendahara, seksi pelayanan dan usaha TTG, seksi Kemitraan dan seksi Pengembangan.

Munaji memfokuskan pada bagaimana terjadi perubahan perilaku memilah, praktik penanganan/ solusi masalah sampah rumah tangga, sekaligus juga praktik membuat komposter, salah satunya kompos dalam galon bekas. Bahkan ia menyampaikan dagelan perilaku terkait sampah, berdasarkan Susenas BPS (2017), dimana masyarakat, 80% setuju memilah sampah, tapi 74%-nya tidak pernah memilah sampah.

Kegiatan ini dihadiri puluhan orang dari unsur kecamatan, desa, posyantek Desa, Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) dan Pendamping Desa (PD). Dengan dibentuknya Posyantek disemua Desa diharapkan mampu menjadi ujung tombak perubahan perilaku pilah dan penanganan sampah, sehingga berdampak  terhadap lingkungan, minimal di rumah tangganya sendiri.

JD1

Link download materi dan contoh format SK Posyantek Desa.

One thought on “Dinas PMD Kudus Bangkitkan Posyantekdes Melalui Inovasi Pengolahan Sampah

Leave a Reply

Discover more from JAMU DESA

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading