Oleh Moh Ali Khomsin (TAPM Kabupaten Kudus)
KUDUS, JamuDesa.com (7/11/2025). Di balik lalu lalang pegawai melakukan pengelolaan sampah Desa Bae, ada sekelompok ‘pahlawan’ kecil yang bekerja keras -maggot atau larva Black Soldier Fly (BSF). Budidaya maggot ini menjadi salah satu kunci sukses dan inovasi utama dari BUM Desa Tunjung Seto Bae, mengubah sampah organik menjadi solusi pakan ternak dan mewujudkan sirkulasi ekonomi desa yang berkelanjutan.
Solusi Cerdas untuk Sampah Organik
BUM Desa Tunjung Seto Bae didirikan berdasarkan kebutuhan untuk mengatasi masalah lingkungan dan meningkatkan ekonomi desa. Melihat volume sampah organik yang masuk dari Bank Sampah Karang Taruna dan pengepul lainnya, pengurus BUM Desa bersama Tim Pendamping Profesional (TPP) melahirkan ide cemerlang: budidaya maggot.
Maggot adalah larva yang memiliki kemampuan luar biasa untuk mengurai sampah organik dengan cepat. Dengan memanfaatkan maggot, BUM Desa Tunjung Seto Bae secara efektif mengatasi masalah limbah organik yang selama ini menjadi tantangan lingkungan.

Jembatan Emas Menuju Ketahanan Pangan
Inovasi maggot tidak berhenti pada penguraian sampah. Sejalan dengan program ketahanan pangan, BUM Desa Tunjung Seto Bae juga menjalankan usaha peternakan lele dan penanaman pepaya. Di sinilah maggot memainkan peran vital.
Larva-larva ini, kaya nutrisi, dijadikan pakan untuk ternak lele dan ayam. Siklusnya menjadi sempurna:
Sampah Organik >> Diurai Maggot >> Pakan Lele/ayam (peternakan) >> Pendapatan
Dengan skema ini, BUM Desa tidak perlu bergantung sepenuhnya pada pakan pabrikan yang mahal. Mereka telah menciptakan sistem yang mandiri dan saling menguntungkan (zero waste), memastikan sirkulasi pemanfaatan sampah organik yang efisien.

Pusat Edukasi dan Kunjungan Inspiratif
Budidaya maggot yang terkelola dengan baik ini kini menjadi salah satu daya tarik utama BUM Desa Tunjung Seto Bae. Fasilitas budidaya maggot BSF yang berada di gudang pengelolaan sampah baru di Desa Bae telah menjadi tempat studi dan edukasi.
Kunjungan delegasi internasional dari Swedfund Swedia pada September 2025 menjadi bukti bahwa inovasi kecil dari Desa Bae ini memiliki dampak global. Kisah sukses maggot BUM Desa Tunjung Seto mengajarkan bahwa masalah lingkungan dapat diubah menjadi peluang ekonomi, jaminan adanya inisiatif, pendampingan, dan inovasi berkelanjutan.
