Oleh TPP Kecamatan Jekulo (PD Yulianto Hindrawan, PD Ula Toriqul Ummah, PD Aditya Rengganis)
KUDUS,JamuDesa (15/11/2025). Bagi petani di Desa Bulungcangkring, bertani tak hanya soal menanam dan merawat padi. Setiap musim tanam adalah pertarungan. Pertarungan melawan hama, cuaca, dan yang paling pelik: ketersediaan serta harga pupuk. Di Desa Bulungcangkring, yang sebagian besar warganya menggantungkan hidup pada sawah dan ternak, masalah harga pupuk di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) sudah menjadi rahasia umum.
Namun, di tengah kesulitan itu, hadir BUM Desa Rembulung Sejahtera Bulungcangkring. Mereka bukan sekadar unit usaha Desa biasa, melainkan garda terdepan yang menjamin hak petani atas sarana produksi yang wajar.
Berdiri dengan modal awal Rp 50 juta pada 2023, BUM Desa Rembulung Sejahtera didirikan dengan visi yang sangat agraris. Selain menjalankan jasa pembayaran pajak (PBB (Pajak Bumi Bangunan) dan Samsat Budiman), fokus utamanya langsung tertuju pada unit Perdagangan Pupuk dan Obat Pertanian.
Mengapa pupuk? Karena BUM Desa melihat potensi pertanian padi yang begitu besar di Bulungcangkring. Meskipun Desa ini memiliki enam kelompok tani yang berhak mendapat pupuk subsidi sesuai RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok) , BUM Desa yang saat ini baru mendapatkan kuota untuk melayani dua kelompok tani berkomitmen satu hal, menjual pupuk subsidi sesuai HET (harga eceran tertinggi) pemerintah.



Langkah ini adalah angin segar. Petani kini bisa mendapatkan pupuk dengan harga yang baik. Dampaknya terasa langsung, yaitu mengurangi biaya produksi pertanian dan mempermudah petani memperoleh kebutuhan pertanian seperti bibit dan obat-obatan.
Keberanian BUM Desa Rembulung Sejahtera Bulung cangkring yang kini didukung tambahan modal dari Dana Desa 2024 sebesar Rp 110 juta, tidak berjalan sendiri. Di balik layar, Direktur BUM Desa Suroso dan jajaran pengurus: bendahara Rumain, pengawas Dwi Purwanto dan tentu Kepala Desa Sulakim sebagai Penasihat aktif berkontribusi.

Mereka menggandeng mitra besar seperti PT. Petrokimia Gresik untuk pasokan bibit padi dan obat-obatan berkualitas. Dukungan juga datang dari TPP Kecamatan Jekulo yang mendampingi BUM Desa secara intensif, baik dalam administrasi maupun teknis perdagangan.
Lebih dari sekadar jual beli, BUM Desa ini juga menjadi pusat edukasi. Secara berkala, mereka mengadakan pelatihan bagi petani , menghadirkan ahli dari Dinas Pertanian dan Pupuk Indonesia untuk membahas peningkatan produktivitas padi serta solusi menghadapi hama. Tujuannya jelas: petani harus cerdas, BUM Deas harus bermanfaat.
Saat ini, BUM Desa Rembulung Sejahtera Bulungcangkring memang belum menyumbang kontribusi pada PADesa (Pendapatan asli desa). Namun mimpi wewujudkan mandiripangan Desa tak pernah padam. Kedepan, fokus mereka masih pada penguatan pondasi dan pelayanan. Namun, mimpi mereka jauh melampaui sekadar toko pupuk.
BUM Desa ini tengah merencanakan ekspansi ambisius:
- Jasa Pompanisasi Laha. Melihat kendala pengairan saat kemarau, BUM Deas berencana menjadi penyedia jasa pompanisasi lahan pertanian dengan sistem bagi hasil dengan petani. Ini adalah solusi konkret untuk mengatasi tantangan cuaca.
- Kepemilikan Ricemill: Jangka panjangnya, BUM Desa ingin membeli gabah dari petani, memprosesnya sendiri menggunakan mesin Ricemill (selepan padi) milik BUM Desa, dan menghasilkan produk beras berkualitas dengan merek desa.
Langkah-langkah ini menunjukkan bahwa BUM Desa Rembulung Sejahtera Bulungcangkring adalah agen perubahan yang strategis. Mereka bukan hanya membantu petani mendapatkan pupuk lebih murah, tetapi secara sistematis berupaya menciptakan rantai nilai pangan utuh di tangan desa. Di Bulungcangkring, kesejahteraan petani kini bukan lagi angan-angan, melainkan program yang terus diwujudkan.
Editor Moh Ali Khomsin
