Warga Wonosoco Ajukan Tiga Paket Usulan Pembangunan

KUDUS.JamuDesa. Kalau tak ada aral melintang, Insya Allah tanggal 14 Maret 2017, akan diadakan Video Teleconference  Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo, dengan Kepala Desa Wonosoco Setiyo Budi, dalam acara Musrenbangwil yang berlangsung di dua tempat. Gubernur ada di Pendopo Kabupaten sedangkan Kepala Desa beserta warga berada di Aula Kecamatan Undaan. 

Kepala Desa Wonosoco Undaan Kudus Setiyo Budi (39), berharap kepada Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo, memenuhi kebutuhan warga dibuatkan Cekdam-cekdam penahan arus dan talud sungai di sepanjang aliran sungai desa.  Adanya MoU Tiga Kabupaten (Pati, Grobogan dan Kudus, tentang Pelestarian Gunung Kendeng). Dan  normalisasi Sungai Londo, dari Desa Wonosoco, Kudus dan Desa Prawoto Kab. Pati, yang menghubung ke Sungai Juwana Desa Kutuk, Kudus.

“Harapan warga desa Wonosoco yakni pertama, Pembangunan Jembatan JU 3 DA, yang menghubungkan Desa Wonosoco ke Desa Berugenjang Kudus. Kedua, Pembangunan Jembatan Saluran Induk Klambu Kanan, 2 paket untuk akses keluar masuk desa. Ketiga, Pembangunan Cekdam, dan Pembangunan Dinding Penahan Sungai serta Penataan Sungai Kawasan Gunung Kendeng,” papar suami Nia Danianti, kepada JamuDesa yang didampingi TA PMD M Muntaha dan PD Undaan Budi Setiawan, Kamis (9/3/2017).

Lebih lanjut Setiyo menjelaskan, tiga paket usulan pembangunan itu merupakan titik-titik desa, yang sangat penting. Lantaran Wonosoco berada di sebelah selatan Kabupaten Grobogan (Kecamatan Klambu, Tepatnya wilayah Perhutani Pegunungan Kendeng). Sebelah Timur, Kabupaten Pati (Desa Prawoto, Wilayah Perhutani Pegunungan Kendeng). Sebelah Barat perbatasan dengan Desa Jenengan Kabupaten Grobogan (Persawahan). Dan Sebelah Utara Desa Berugenjang, Undaan, Kudus.

Artinya, pembangunan wilayah Wonosoco bersinggungan erat dengan wilayah Kabupaten Pati dan Grobogan, kalau tidak dibangun tiga usulan itu, dampaknya kala musim penghujan, air pegunungan Kendeng akan membanjiri area persawahan dan rumah-rumah penduduk Wonosoco.

Padahal, kata bapak Avitiya Zoogi Pramana, Wonosoco merupakan salah satu desa wisata yang dimiliki Kota Kretek.  Wonosoco memiliki potensi wisata yang amat indah. Wisata alam yang ada di desa ini terdiri dari wisata goa, sendang, dan petilasan. Kegiatan budaya disuguhkan oleh masyarakat Wonosoco secara rutin tiap tahun. Seperti Wayang Klitik, Paguyuban Ketoprak, Tayub dan Karawitan masih berkembang. Menurut Setiyo, goa di Wonosoco memiliki stalaktit dan stalakmit yang indah di beberapa titik dalam goa. Ketiga goa memiliki ciri khas tersendiri. Ada juga bumi perkemahan dan Kedepan Agro Wisata. Hujan deras yang melanda Kudus bebebepa waktu lalu membuat kawasan Wonosoco, Undaan, kebanjiran. Banjir mengepung wilayah Wonosoco dan membuat titik itu terancam terisolasi bahkan memakan korban.

Desa Wonosoco miliki luas wilayah 542.419 ha ( Persawahan 414.661 ha permukiman dan pekarangan 24.210 ha, Tegalan 10 ha, Hutan 85.756 ha). Jumlah Penduduk sebanyak 1149 jiwa ; Laki-laki sebanyak 560 jiwa, dan perempuan sebanyak 589 jiwa. Terdiri dari 1 Rw, 4 Rt. RTM sebanyak 98 KK  dan Rumah Tiak Layak Huni sebanyak 55 Rumah.

Dalam Video Teleconference, Kepala Desa Wonosoco didampingi Camat Undaan, Kapolsek Undaan. Danramil Undaan. Sedangkan  di belakang turut hadir pula  perangkat desa, Ketua BPD dan Anggota, LPMD, KPMD, Ketua RW, Ketua RT, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Budayawan, Perwakilan Pemuda, Ibu-Ibu PKK, Perwakilan Perempuan, Komunitas Petani (Gapoktan), Pokdarwis, Perwakilan Rumah Tangga Miskin, Komunitas Penyelamat Gunung Kendeng, Komunitas Masyarakat Peduli Api (MPA), Perwakilan Pendidikan, Perwakilan Kesehatan dan Linmas. (salam damai- kang saleh ta pp-kudus)

Leave a Reply