
KUDUS. JamuDesa (1/4/2024), Kehadiran BUM Desa di Desa menjadi suspensi pemberdayaan masyarakat. Dimana BUM Desa diharapkan mampu mengaktivasi geliat ekonomi masyarakat desa, terwujudnya konsolidasi usaha masyarakat di desa, dan produktivitas pengelolaan aset desa untuk peningkatan kemandirian desa. Dalam sudut pandang tersebut, BUM Desa Makmur Mandiri Garung Lor yang telah lahir pada tahun 2016 dan BUM Desa Bina Usaha Sejahtera Ngembal Kulon yang lahir pada tahun 2020 menjadi best practice pengelolaan BUM Desa di Kudus.
Melalui BUM Desa, pemberdayaan masyarakat tidak lagi menjadi aksi lineer dari Pemerintah Desa kepada masyarakat. Atau masyarakat memberi respon atas (aksi) ransangan yang diberikan pemerintah. Melainkan BUM Desa menjadi pola tersendiri dengan terjadinya interaksi antara pemerintah desa, masyarakat, dan diantara masyarakat itu sendiri.
BUM Desa Makmur Mandiri Garung Lor
Di Garung Lor BUM Desa telah menjalankan usaha PAM Desa, penitipan sepeda dan motor, penyewaan gedung, pengelolaan sampah, dan PPOB termasuk didalamnya SAMSAT BUDIMAN kerjasama dengan SAMSAT dalam melakukan pembayaran pajak kendaraan bermotor.
Abdul Haris, direktur BUM Desa periode kedua, menyampaikan bahwa BUM Desa Makmur Mandiri Garung Lor telah berdiri sejak 11 Maret 2017. Dan telah disesuaikan dengan PP Nomor 11 Tahun 2021 tentang BUM Desa, dengan terbitnya Peraturan Desa Nomor 11 Tahun 2021 tentang Pendirian BUM Desa Garung Lor.
“Sejak awal berdiri BUM Desa Garung Lor dipimpin pak Ali, sampai dengan tahun 2021, baru kemudian saya yang meneruskan untuk periode 2021-2026 sebagaimana Perdes yang baru”,
kata Haris (24/2/2024).
“Alhamdulillah sedari awal BUM Desa kami telah menerima penyertaan modal dari desa 3 kali, yakni 2017 sebesar 30 juta, tahun 2018 sebesar 20 juta, dan tahun 2019 sebesar 20 juta, namun meskipun demikian di tahun 2023 mampu membukukan laba, dan setor ke pendapatan asli desa sebesar 51 juta sekian”,
lanjut laki-laki yang hoby mendaki gunung itu.
“BUM Desa Makmur Mandiri Garung Lor terhitung salah satu BUM Desa yang berhasil, disamping telah mengantongi Badan Hukum di tahun 2022 dan juga memiliki NIB, kawan-kawan BUM Desa Garung Lor juga telah berhasil membukukan total setoran kepada Pendapatan Asli Desa sebanyak 224.163.000 selama 7 tahun terakhir, dengan menyerap 22 orang tenaga kerja”, terang Moh Ali Khomsin TAPM Kabupaten Kudus (1/4/2024).
Direktur Abdul Haris memerinci, bahwa usaha PAM Desa telah memiliki pelanggan sebanyak 762, dengan 6 orang tenaga kerja. Pelanggan sampah sebanyak 681, warung 8, instansi/ industri 37, dengan jumlah petugas 5 orang di TPS, dan 2 orang driver.
“Adapun titipan sepeda dan motor kami adalah karyawan pabrik, dengan luas 640 m persegi kapasitas 450 motor kami membutuhkan 5 tenaga kerja, sementara untuk penyewaan gedung kami fokuskan pada event-event seperti resepi, ulang tahun, dan rapat, serta untuk daily pas kosong, kami sewakan untuk olahraga badminton”,
tutup Abdul Haris.
Dalam bahan paparan Direktur Haris saat seminar peningkatan kapasitas pengurus BUM Desa dan Pendamping Lokal Desa (PLD) yang difasilitasi Djarum Foundation, kerja bareng Lokadata dan Perkumpulan Desa, Sabtu, 24 Februari 2024, tercatat telah ada 12 kunjungan studi banding dari 11 BUM Desa di Kudus, dan 1 lembaga pendidikan.

BUM Desa Bina Usaha Sejahtera Ngembal Kulon
BUM Desa Ngembal Kulon terhitung baru, sejak lahir 12 November 2020, BUM Desa terus beroperasi pelan tapi meyakinkan. Karena telah mampu membukukan laba di tahun operasi 2021, 2022, dan 2023. Serta yang tidak kalah mentereng adalah, meskipun BUM Desa Ngembal Kulon pendatang baru, lahir tahun 2020-an, namun telah mampu setor ke Pendapatan Asli Desa 3 tahun berturut-turut.
“Alhamdulillah BUM Desa kami telah setor PA Desa total 34 juta lebih, dimana tahun 2021 tahun lepas landas berhasil setor PADes sebesar 450 ribu, kemudian tahun kedua, yaitu 2022 sebesar 10 juta sekian, dan di tahun 2023 berhasil cetak rekor setor PADes sebesar 23 juta sekian”
Kata Sof’an Direktur BUM Desa Ngembal Kulon merespon tanya JamuDesa (1/4/2024)

Sumber: Data BUM Desa Bina Usaha Sejahtera Ngembal Kulon (1/4/2024)
Direktur BUM Desa Bina Usaha Sejahtera Ngembal Kulon Muhammad Sof’an menyampaikan bahwa BUM Desa BUS memiliki usaha RTRW Net (Internet Desa) dan PAM Desa.
“Menjalankan usaha internet desa yang relatif baru sama sekali, baik usaha baru di tingkat desa, secara kapasitas pun kami baru menggeluti dunia usaha internet. Kemudian usaha PAM Desa ini usaha sudah ada sebelumnya, namun dalam mengawali perjalanan usaha PAM Desa ini cukup berdarah. Karena disamping jumlah pelanggan, ada kesalahan teknis di bussiness prosess-nya”,
kata Direktur Sofan meyakinkan
BUM Desa yang telah mengantongi sertifikat badan hukum dari Kementerian Hukum dan HAM pada tahun 2021 ini mampu mencetak laba bersih Tahun 2021 sebesar Rp 1.000.000, Tahun 2022 sebesar Rp 23.957.000. Awal Januari Tahun 2023 dengan laba bersih Rp 51.138.000 dengan 19 tenaga kerja.
Direktur Sof’an membagikan kiat dan strateginya dalam menjalankan usaha BUM Desa, Maintenance terhadap alat-alat Diesel, Pompa dan lainnya yang hubungannya dengan kualitas Air, responsif dalam Pelayanan dan Keluhan Pelanggan, kajian komprehensif dalam memutuskan penggunaan teknologi.
“berikutnya pengajuan Penyertaan Modal untuk pipanisasi, pengadaan pelatihan dan studi banding dengan BUM Desa yang sudah maju, pengajuan penyertaan modal untuk Pembuatan Pengadaan jaringan layanan internet yang memadai. Membuat biaya persambungan internet bisa lebih murah dan memberikan harga bandwidth yang sesuai dan terjangkau masyarakat yang tidak mampu”,
tutur laki-laki yang juga berprofesi sebagai Dosen tersebut (24/2/2024).

“BUM Desa Ngembal Kulon masih memiliki berderet potensi, mulai dari letak geografis yang fasad desa dengan jalan Lingkar Kabupaten dan Jalan Pantura, yang bisa dimaksimalkan untuk advertising dan lainnya disamping Ngembal Kulon juga memiliki pasar yang sangat terbuka untuk dikembangkan”,
harap Kades Ngembal Kulon Moh Khanafi (30/03/2024)
Kedepan BUM Desa di Kudus diharapkan lebih mampu mewarnai pemberdayaan masyarakat di Desa, sehingga perekonomian di Desa lebih baik, dan masyarakat Desa sejahtera. MAK*
