Bogor.JamuDesa.com (4/11/2026). Prestasi membanggakan kembali diukir oleh Pemerintah Desa Kesambi, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus. Desa Kesambi sukses menorehkan prestasi gemilang di kancah nasional dengan menyabet penghargaan sebagai Juara 2 Nasional Desa Berkinerja Baik dalam Penurunan Stunting (P3S) Tahun 2026 (Untuk wilayah regional 1).
Penghargaan bergengsi tersebut diserahkan secara langsung oleh Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT), Yandri Susanto, didampingi oleh Direktur Jenderal terkait. Acara penyerahan ini dilangsungkan dalam rangkaian kegiatan konvergensi dan workshop yang dihadiri oleh DPMPD Provinsi serta Tenaga Ahli (TA) seluruh Indonesia di The Mirah Hotel, Bogor, Jawa Barat, pada Kamis, 29 Oktober 2026.
Penghargaan tingkat nasional ini merupakan tindak lanjut dari tahapan penilaian dan klarifikasi lapangan sebelumnya, sebagaimana yang pernah diberitakan Jamudesa.com (Fokus Penanganan Stunting dan Pemberdayaan Warga Antar Desa Kesambi Masuk Nominator Nasional, 24/09/2026).
Kepala Dinas PMD Kabupaten Kudus, Famny Dwi Arfana, menjelaskan bahwa capaian akhir ini merupakan hasil dari proses seleksi ketat dan berjenjang. Pada Regional 1 yang meliputi wilayah Jawa, Banten, hingga Yogyakarta, Desa Kesambi harus bersaing ketat dengan desa-desa unggulan lain.
Juara 1 diraih oleh desa di daerah Bantul (DIY), sedangkan Juara 3 diraih oleh desa dari Kabupaten Tangerang (Banten).
“Dari kontestannya Banten, kemudian Jogja dan Jawa Tengah yang masuk, kita di juara 2,” ungkap Famny saat ditemui usai kegiatan.

Paparan Praktik Baik di Tingkat Nasional
Sebelum pengumuman dan penyerahan penghargaan, seluruh peserta telah melewati serangkaian proses paparan hingga klarifikasi lapangan. Setelah pengumuman resmi dan penyerahan piala oleh Pak Menteri, sembilan desa terbaik yang mewakili Regional 1, 2, dan 3 diberikan panggung untuk memaparkan inovasi serta praktik baik (best practice) mereka di hadapan perwakilan daerah se-Indonesia.
Desa-desa dari berbagai penjuru tanah air, mulai dari Nusa Tenggara Timur (NTT), Kalimantan, hingga Papua, silih berganti membagikan inovasi penanganan stunting yang ada di daerahnya. Atas capaian luar biasa ini, Desa Kesambi berhak memboyong trofi, sertifikat, serta uang pembinaan sebesar Rp10 juta. Penghargaan diserahkan dan diterima langsung oleh Kepala Desa Kesambi.
Sinergi Lintas Sektor Jadi Kunci Sukses
Atas prestasi yang mengharumkan nama Kabupaten Kudus di tingkat nasional ini, Dinas PMD Kabupaten Kudus menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras dan bergotong royong.
“Kami dari dinas cuma bisa mengucapkan terima kasih atas semua kolaborasi dari seluruh elemen lintas OPD, karena Posyandu dan stunting ini kan diampu oleh beberapa OPD,” ujar Famny.
Ia juga turut mengapresiasi kontribusi besar dari para pendamping desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), pemerintah desa, serta semangat gotong royong warga Desa Kesambi. Sinergi solid inilah yang berhasil menjadikan Desa Kesambi kebanggaan Kudus dan teladan nasional dalam percepatan penurunan stunting.
Moh Ali Khomsin (TAPM Kabupaten Kudus)*
