Kudus Berencana Partisipasi Pelaksanaan Gelar TTG Nasional

TTG13

KUDUS.Jamu.Desa. Teknologi Tepat Guna yang selanjutnya disebut TTG adalah teknologi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, dapat menjawab permasalahan masyarakat, tidak merusak lingkungan, dapat dimanfaatkan dan dipelihara oleh masyarakat secara mudah, serta menghasilkan nilai tambah dari aspek ekonomi dan aspek lingkungan.

Hal itu tertuang dalam Pasal 1 (2) Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 20 tahun 2010, tentang Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pengelolaan Teknologi Tepat Guna .

Sedangkan prinsip pemberdayaan masyarakat melalui pengelolaan TTG dilaksanakan berdasarkan prinsip ; a. Meningkatkan usaha ekonomi; b. Mengembangkan kewirausahaan; c. Memberikan manfaat secara berkelanjutan; dan d. Sederhana.

Pemberdayaan masyarakat melalui pengelolaan TTG dilaksanakan secara partisipatif, keterpaduan, mempertimbangkan potensi sumber daya lokal, berwawasan lingkungan dan memberdayakan masyarakat setempat.

Menyambut rencana pelaksanaan gelar Teknologi Tepat Guna (TTG) Nasional XIX di Kota Palu, Sulawesi Tengah akhir bulan September 2017, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Kudus, baru baru ini lakukan investigasi pemetaan awal dan menemuikenali potensi TTG di Kota Kretek, yang berencana berpartisipasi dalam ajang tingkat nasional.

Investigasi dilakukan oleh Tim yang beranggotakan Darwin Sugiarto, S. Pd (Kasi Pemberdayaan Lembaga Kemasyarakatan), Tutik Sri Murni, SH dan Hadi Wibowo dari Staf Dinas PMD Kabupaten Kudus, Muh. Muntoha (TA PMD) dan Haerul Saleh (TA PP),  dibantu oleh Syaiful Karim (PD Kec Mejobo), Huda (PD Kec Jekulo) dan Dewi Novalia Fajriah (PLD Kec Mejobo), Tim  mengunjungi 4 lokasi yaitu Desa Tenggeles, Desa Klaling Kecamatan Jekulo, Desa Samirejo Kecamatan Dawe dan Desa Karangbener Kecamatan Bae. Dari keempat desa yang kami kunjungi, terdapat 5 Produk TTG yaitu Kompor Oli, Power Pro, Genset bahan bakar Aki, Mesin Penggiling Tebu dan Destinator.

TTG1

KOMPOR OLI

Produk Kompor Oli  merupakan hasil kreatifitas berupa kompor (alat pemanas), bahan bakarnya diambil dari limbah Oli. Very Achsan Fauzi adalah anak muda yang tidak mau anteng, dan dari tangannya dapat menciptakan sebuah teknologi murah tetapi tepat guna.

Kompor Oli ini dibuat dan digunakan sejak 2 tahun lalu. Berawal dari kegiatannya saat membudidayakan Jamur. Dalam proses pembibitannya jamur membutuhkan proses steaming, dan umumnya pembudidaya Jamur menggunakan kayu bakar sebagai bahan bakarnya.

Nilai ekonomis kayu bakar yang semakin naik dan sering juga kesulitan mendapatkannya di pasar membuat mas Very memutar otak bagaimana bisa mengatasi hal tersebut. Akhirnya terciptalah kompor dengan bahan bakar oli.

TTG2

Kompor Oli terbuat dari pipa yang panjangnya mencapai 1 meter dengan diameter 4 inch, dan didorong oleh Blower yang bersumber dari tenaga listrik. Disambungkan dengan selang dengan katup yang bisa membuka dan menutup aliran untuk mensuplay oli sebagai bahan bakar kompor.

Estimasi dana yang diperlukan untuk membuat Kompor Oli sekitar Rp. 400.000,-. Digunakan untuk membuat tungku dan blower. Selain itu juga oli sebagai bahan bakar dapat diperoleh di bengkel-bengkel terdekat dengan harga Rp. 1500,- sampai dengan Rp. 3.000,- (biasanya tergantung jenis oli).

TTG3

Kelebihan 

Dapat digunakan untuk memasak. Berdasarkan pengalaman pengguna, kompor ini tidak merubah rasa dan bau. Digunakan sebagai boiler untuk steam jamur. Efisiensi waktu

Waktu yang dibutuhkan untuk steam jamur ini lebih cepat dibandingkan dengan menggunakan kayu ataupun gas. Dalam 10 liter oli dapat digunakan untuk merebus selama 4 jam.

Panas lebih merata dengan suhu tertinggi bisa mencapai diatas 200 oC. Bahan bakar mudah didapatkan. Hemat bahan bakar. Sedangkan kekurangannya, Oli yang terbakar akan menimbulkan percikan-percikan oli.

TTG4

Masih menggunakan blower yang dialiri listrik. Efek gas rumah kaca yang diakibatkan oleh pembakaran oli. Nama penemu          : Very Achsan Fauzi, Alamat    Desa Tenggeles Rt 03 Rw 02 Kecamatan Jekulo Kabupaten Kudus, Nama produk : KOMPOR OLI, No HP 085 640 691 162. Alamat Email : veriachsanfauzi.gmail.com

TTG5

POWER PRO (Penaik Tegangan Listrik)

Power Pro ini merupakan hasil kreatifitas berupa Alat penaik Tegangan listrik yang dijamin oleh penemunya tidak menyalahi aturan PLN. Alat ini dibuat pada bulan Januari 2017. Power Pro dibuat oleh Sahri dengan pemikiran tariff listrik yang semakin mahal apabila memakai daya tegangan yang tinggi maka biaya bebannya juga bertambah. Oleh karena itu Kades Klaling ini punya inisiatif membuat alat penarik tegangan yang tidak menyalahi aturan. Alat ini bisa menaikkan tegangan dari 450 KWH ke 900 KWH, dari 900 KWH ke 1.300 KWH, 1300 KWH ke 2200 KWH dan seterusnya.

Power Pro bisa digunakan oleh rumah tangga, kantor maupun untuk industry. Alat ini bisa dipasang dengan memutus listrik dari sekering dimasukkan ke Power Pro baru disambung ke Instalasi, atau dari stop kontak dialirkan ke power pro baru ke alat tertentu seperti Mesin Fotocopy, Las dan lain sebagainya.

TTG14

Waktu yang dibutuhkan untuk pembuatan alat ini jika dikerjakan 2 orang sehari bisa membuat 3 unit Power Pro. Kerangka dari alat ini terbuat dari silicon yang dikristalkan kemudian di dalamnya ada komponen inti Power Pro yang bahan bakunya didatangkan dari Surabaya dan Solo. Untuk pemasaran sampai saat ini kurang lebih sudah terjual 100 unit dengan harga Rp 1.100.000 dari distributor (penemu) yang kemudian dipasarkan oleh Marketing dengan harga jual di pasaran sekitar 2 jutaan.

Kelebihan 

Dapat menaikkan tegangan tanpa merubah MCB listrik dan tidak menyalahi aturan, Hemat listrik, Garansi 1 Tahun, sudah memiliki hak paten.

Kekurangan       

Stok barang terbatas. Untuk memenuhi kebutuhan pemesan, penemu belum berani memberikan kepercayaan kepada orang lain untuk membuatnya jadi memerlukan waktu lama untuk pemesannya.

Nama Penemu      : SAHRI (Kades Klaling Kec. Jekulo Kab. Kudus), Alamat Desa Klaling, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, Nama produk     : POWER PRO, No Tlp/HP     : 4146053 / 081229180008, Alamat Email   : cs_putritronik@yahoo.com.

TTG15

GENSET BAHAN BAKAR AKI

Alat ini dibuat pada bulan Januari 2017 bersamaan dengan pembuatan Power Pro. Genset ini dibuat dengan bahan bakarnya dari AKI Kering tanpa menimbulkan suara yang selama ini menjadi ciri khas negatif dari Genset.

Pembuatan alat dilatarbelakangi oleh Sahri yang melihat keadaan di desa ketika Listrik Padam sedangkan kebutuhan Listrik tidak bisa ditinggalkan terutama untuk usaha-usaha yang membutuhkan tenaga listrik seperti Fotocopy, Las Listrik dan lain sebagainya. Ketika listrik padam, mereka tidak bisa bekerja sampai listrik hidup lagi.

Demikian juga untuk rumah tangga bisa digunakan karena Genset yang diciptakan juga bisa untuk rumah tangga. Alat Genset ini berharga 4 sampai 5 juta dengan berat sekitar 10 kg dengan bahan bakar Aki kering tanpa menimbulkan suara. Cara kerja alat ini seperti mesin mobil yang bisa mengisi strum Aki sehingga alat ini bisa terus bekerja tanpa bahan bakar.

TTG6

Kelebihan

Harga Ekonomis, Tanpa bahan bakar, Tanpa suara, Kekurangan. Pembuatan belum bisa memenuhi kebutuhan pasar. Masih dalam ujicoba. Dokumentasi, (tidak ada dokumentasi karena persediaan Genset sedang kosong).

Nama Penemu      : SAHRI (Kades Klaling Kec. Jekulo Kab. Kudus), Alamat, Desa Klaling, Kecamatan Jekulo,  Kabupaten Kudus, Nama produk    : GENSET TANPA BAHAN BAKAR, No Tlp/HP  : 4146053 / 081229180008, Alamat Email : cs_putritronik@yahoo.com.

TTG7

MESIN PENGGILING TEBU

Kudus utara khususnya Kecamatan Dawe adalah salah satu penghasil tebu di Kabupaten Kudus. H Maskuri adalah seorang petani Tebu yang juga mempunyai pabrik penggilingan Tebu sendiri yang diolah menjadi Gula. Pada awalnya, alat untuk menggiling tebu dibeli. Tapi lama kelamaan setelah dipertimbangkan secara ekonomis, H. Maskuri mempunya ide untuk membuat alat penggilingan sendiri yang nantinya selain dipakai sendiri juga untuk dijual.

Pada Tahun 2002 H. Maskuri membuka bengkel bubut yang bertujuan untuk membuat alat penggilingan tebu. Usaha awalnya dapat menciptakan alat penggilingan untuk dipakai sendiri. Usaha tersebut semakin berkembang yang kemudian banyak pesanan baik dari lokal Kudus bagian utara maupun dari luar daerah.

TTG8

Nama bengkel bubut milik H. Maskuri adalah Agung Barokah yang terletak di Desa Cendono Rt 06 Rw 08 Kecamatan Dawe. Usahanya sekarang selain menghasilkan Mesin Penggiling Tebu juga dapat menerima pesanan lainnya. Tapi untuk usaha utama tetap membuat Mesin Penggilingan Tebu. Untuk pesaing produksi Mesin Penggiling Tebu yaitu di daerah Kecamatan Jekulo dengan kapasitas produksi lebih besar. Meskipun persaingan usaha ketat, tapi sampai sekarang usaha dari H. Maskuri masih tetap berjalan lancar dan terus berkembang.

Kelebihan

Lebih ekonomis, Awet karena bahan bakunya diambilkan dari besi dan cor unggulan yang didatangkan dari Surabaya. Bisa disesuaikan dengan pemesan untuk kualitas dan kapasitasnya

Kekurangan

Berat alatnya yang hampir mencapai 1 Ton sehingga tidak memungkinkan untuk dibawa dalam acara Gelar TTG Nasional.

TTG9

Sudah banyak alat serupa di daerah lain. Nama Penemu  : H. MASKURI. Alamat Desa Samirejo Rt 05 Rw 02 Kecamatan Dawe Kabupaten Kudus Nama produk       : MESIN PENGGGILING TEBU. No Tlp/HP         : 081325107716.

 

DESTILATOR (Pembuatan Bahan Bakar Cair dari Sampah Plastik)

Karsidi pengrajin Las, asli dari Desa Karangbener Kecamatan Bae, seorang yang kreatif dalam melihat fenomena lingkungan sekitar. Usaha Las yang dirintisnya bernama Rahmat Jaya, dulunya beralamatkan di Desa Soco Kecamatan Dawe, sekarang pindah ke Desa Karangbener Kecamatan Bae.

Dia melihat daerah sekitarnya banyak sampah plastik yang sangat mengganggu lingkungan. Dari fenomena ini, Karsidi mempunyai ide, bagaimana sampah plastic, tadinya merupakan Limbah dapat diolah menjadi sesuatu yang berguna.

TTG11

Setelah mencoba dan berinovasi tentang pengolahan sampah plastik, akhirnya Karsidi mempunyai ide mengolah plastik menjadi bahan bakar.  Ide ini berawal dari plastik yang dibakar selalu menghasilkan minyak dimana minyak tersebut bisa menjadi bahan bakar.

Tantangan yang dihadapi oleh Karsidi adalah membuat alat pengolahnya. Setelah melalui beberapa proses percobaan akhirnya pada tahun 2014, Karsidi dapat membuat alat Pengolah Plastik menjadi Bahan Bakar berupa Minyak.

Bahan Baku plastik yang diolah adalah semua plastik dengan syarat ketika mau diolaplastik tersebut dalam keadaan kering. Sistem pengolahannya sangat sederhana, yaitu plastik dimasukkan dalam tabung penampungan yang kapasitasnya bisa memuat 10 sampai 50 Kg plastik.

TTG12

Plastik yang ditampung dalam tabung yang ditutup rapat ini kemudian dibakar, dimana dari pembakaran ini menghasilkan uap, dialirkan melalui pipa yang disaring menuju tempat penampungan pertama menghasilkan minyak di tabung satu. Dari tabung satu ini masih ada uap pembakaran yang disaring lagi dialirkan ke tabung kedua menghasilkan minyak yang lebih bersih dan lebih baik kualitasnya.

Kapasitas dari Destinator buatan Karsidi ini bisa memuat plastik 10 Kg dan 50 Kg. Untuk Destinator kapasitas 10 kg dijual dengan harga 4 juta sedangkan yang kapasitas 50 Kg dijual dengan harga 8 juta. Untuk estimasi hasil minyak, dari 1 kg plastik bisa menghasilkan 0,8 liter minyak. Harga minyak dijual 5 ribu perliternya. Penggunaan minyak hasil dari Destinator ini untuk minyak kompor penjual Mie Ayam, Bakso, penjual makanan anak-anak dan juga dapat digunakan untuk bahan bakar sepeda motor tapi dengan kapasitas yang masih sedikit karena belum mengetahui kadar oktannya seihingga belum diketahui efek sampingnya dari penggunaan minyak ini terhadap mesin sepeda motor.

Kelebihan

Mengurangi pencemaran limbah plastik yang tidak dapat diurai oleh alam, Alatnya praktis dan sederhana dengan beratnya hanya sekitar 30 kg sehingga memungkinkan untuk dibawa ke Gelar TTG Nasional

Bisa untuk penghasilan tambahan memproduksi bahan bakar minyak alternatif untuk bahan bakar kompor ataupun mesin lainnya

TTG10

Kekurangan

Alat ini tidak dikembangkan oleh penemunya jadi tidak ada inovasi lain misalnya untuk bahan baku tidak hanya plastik. Ketika proses produksi menimbulkan bau yang sangat menyengat. Belum diketahui kadar oktan dari minyak tersebut.

Nama Penemu   KARSIDI, Alamat  Desa Soco Rt 01 Rw 02 Kecamatan Dawe Kabupaten Kudus, Nama produk  DESTILATOR. No Tlp/HP   : 085326784457 ( *** salam damai m muntoha ta-pmd dan kang saleh ta – pp kudus).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Discover more from JAMU DESA

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading