
Hai Sobat Desa!
Kali ini mimin akan mencoba menghitung kepadatan penduduk Desa di Kabupaten Kudus berdasarkan data penduduk yang ada di Indeks Desa Tahun 2025, dan luas wilayah Desa yang ada di Perda Kudus Nomor 1 Tahun 2015 ya. Namun sebelumnya, mimin ingin sampaikan apa itu kepadatan penduduk dan apakah ada manfaatnya ya Sob.
Sobat Ahmad Rowatul Irham dan Resha Moniyana Putri (2023) menyampaikan, bahwa kepadatan penduduk itu merupakan gambaran yang membandingkan jumlah penduduk dengan luas daerah. Dan tingkat kepadatan penduduk itu sangat mempengaruhi kualitas hidup penduduk di sebuah wilayah, oleh karenanya diperlukan peningkatan kualitas yang mengimbangi pertumbuhan penduduk.
Kenapa begitu? “karena peningkatan kualitas itu dapat mempengaruhi Indeks Pembangunan Manusia atau IPM, dimana indikator-indikator yang menentukan IPM antara lain: pengeluaran per kapita; umur harapan hidup; dan rata-rata lama sekolah. Oleh karena itu penting kiranya, kepadatan penduduk diimbangi dengan peningkatan dan pemerataan fasilitas, sehingga penduduk dapat meningkatkan kualitas kehidupan dan IPM”, lanjut Sobat Ahmad dan Resha.
Lanjut bentar ya Sobat Desa!
Dalam Jurnal Pembangunan Masyarakat, disebutkan bahwa, kepadatan penduduk itu dapat memicu pertumbuhan ekonomi serta penurunan tingkat kemiskinan loh, tapi ada syaratnya, yaitu pendapatannya itu dimanfaatkan untuk peningkatan pendidikan, dan untuk memperoleh pendapatan baru atau semacam investasi lah.
Tingginya kepadatan penduduk itu dapat berperan pada produktivitas loh Sobat Desa. Yakni ketika peningkatan jumlah penduduk yang diikuti dengan peningkatan tenaga kerja, serta kesempatan kerja, itu secara perlahan mampu menurunkan jumlah penganguran, penghasilan masyarakatnya jadi lebih tinggi serta menekan kemiskinan.
Kemudian dalam pada itu, weih serius amat sii 😉 , dalam prosiding seminar nasional ilmu-ilmu sosial Universitas Negeri Surabaya Tahun 2022 terungkap, bahwa kepadatan penduduk dapat mempengaruhi kemiskinan dan degradasi lingkungan.
Kemiskinan yang diartikan sebagai suatu kondisi, dimana individu tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan hidupnya/ kebutuhan dasar seperti kebutuhan makan dan bukan makan, yang diukur berdasarkan hasil pengeluaran.
Ciri-ciri kemiskinan seperti rendahnya tingkat pendidikan, rendahnya kualitas kesehatan dan gizi serta kesejahteraaan hidupnya, rendahnya produktivitas serta rendahnya pendapatan individu.
Lalu degradasi lingkungan itu diartikan sebagai kemunduran, kemerosotan, ataupun penurunan sumber daya lingkungan baik mutu atau kualitas. Misalnya seperti pencemaran air, pencemaran tanah ataupun pencemaran udara. Degradasi lingkungan ini dapat disebabkan oleh faktor alam dan juga karena ulah manusia.
Sederhananya gini Sobat Desa!,
Kepadatan penduduk itu ibarat dua sisi mata pedang, yang dapat berfungsi dan bermanfaat untuk memotong, sisi lain berpotensi bisa melukai diri sendiri. Oleh karenanya, apa yang kita dikerjakan sebagai penanganan kepadatan penduduk itu akan menentukan manfaat atau potensi merusak diri sendiri. Baik dari sisi pendidikan, sanitasi, kualitas kesehatan, sarana prasarana, lingkungan, peningkatan tenaga kerja, kesempatan kerja, dan lainnya.
Pertanyaan kunci bagi kita semua Sobat Desa, Kepadatan Penduduk: Ancaman atau Peluang Emas Pembangunan Desa?
Yang pasti Sobat Desa!
Indonesia itu telah menjadi bagian dari 193 negara yang menyepakati program Sustainable Development Goals (SDG’s), dan di Desa telah ditetapkan SDGs Desa. Yang diantara pilarnya adalah Desa Tanpa Kemiskinan, Pertumbuhan ekonomi Desa merata, Desa Tanpa Kelaparan, Desa Tanpa Kesenjangan, Konsumsi dan Produksi Desa sadar lingkungan. Apa-apa saja yang bisa Desa kita perbaiki, bisa dibuka dashborad SDGs Desa masing-masing dan kita cek sendiri, termasuk analisis rekomendasinya ya Sobat Desa.
Skor SDGs Desa Tingkat Kabupaten Kudus Tahun 2025




Sumber: https://dashboard-sdgs.kemendesa.go.id/capaian
Sobat Desa!
Berikut kepadatan penduduk desa di Kudus yang kita hitung berdasarkan jumlah penduduk yang telah diukur melalui Indeks Desa pada periode Maret sampai dengan Juni 2025 ini, dan luas wilayah Desa yang terdapat dalam Peraturan Daerah Kabupaten Kudus Nomor 1 Tahun 2015 ya.
Sumber: Data Indeks Desa Kudus 2025 diolah
Dari data kepadatan penduduk di atas, kita ketahui desa yang paling rendah kepadatan penduduknya adalah Desa Wonosoco yaitu 218 jiwa/km2. dan yang tertinggi adalah Desa Kauman, yakni 15.667 jiwa/km2.
Kenapa bisa Kauman min?, kan jumlah penduduknya tidak ada 15.000,
Mimin: iya betul, karena cara hitung kepadatan penduduknya itu jumlah penduduk dibagi luas wilayahnya, meskipun jumlah warganya 470 jiwa, namun luas desa itu 0,03 km2 atau 3 ha. sehingga ketemunya 15.000 lebih. Gitu ya!.
berikutnya mimin buat ringkasan sederhana berdasarkan rentang kepadatan penduduknya ya Sob. Kepadatan penduduk desa kurang dari 1000 jiwa/km2 ada 20 desa, dan yang lebih dari 10.000 jiwa/km2 ada 9 desa, dengan salah satu diantaranya lebih dari 15.000 jiwa/km2.

Sobat Desa!
Demikian ya Sob, yang bisa mimin bagi terkait kepadatan penduduk Desa di Kudus tahun 2025 ini, dan manfaat terkaitnya. Semoga sih ada manfaat yang bisa kita petik ya Sobat Desa. Tentu untuk kemajuan Desa kita semua. Kita jadikan kepadatan penduduk desa ini sebagai peluang emas kita untuk menata lingkungan, sanitasi, gizi, pemerataan fasilitas, peningkatan pendidikan, kesiapan tenaga kerja dan kesempatan kerja, pertumbuhan ekonomi, dan lainnya. Tq ya Sobat Desa .. See u soon ya ..
Sumber:
Perda Kabupaten Kudus Nomor 1 Tahun 2015
Dokumen Indeks Desa Kabupaten Kudus Tahun 2025
DSDGs Desa Kabupaten Kudus Tahun 2025
Ahmad Rowatul Irham, Resha Moniyana Putri, Kepadatan Penduduk terhadap Indeks Pembangunan Manusia di Provinsi Lampung, MKG:Media Komunikasi Geografi, Vol. 24 (1), 2023, hal 91 – 100. https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/MKG/article/view/60261/26374
Cornellia Yulin Esther Dita dan Martinus Legowo, Analisis Kepadatan Penduduk Yang Berpengaruh Terhadap Kemiskinan Dan Degradasi Lingkungan, rosiding Seminar Nasional Ilmu Ilmu Sosial (SNIIS) 2022, Vol 1, hal 1-12. https://proceeding.unesa.ac.id/index.php/sniis/article/view/34/21
Dwi Yunianto, Analisis pertumbuhan dan kepadatan penduduk terhadap pertumbuhan Ekonomi, Forum Ekonomi, Vol 23 (4), 2021, hal 687-698. https://pdfs.semanticscholar.org/398c/7726dfb2393cc29c414357d1f5d1d7528c88.pdf Syifa Putri Nur Azizah, Liliani Sumarni Pratiwi, Ima Amaliah,Freska Fitriyana, Sanitasi Dan Kepadatan Penduduk Sebagai Dinamika Kemiskinan Kota: Studi Kasus Provinsi Jawa Barat, Jurnal Nuansa Akademik: Jurnal PembangunanMasyarakat, Vol. 7No. 1, Juni 2022, p. 55-70. https://jurnal.ucy.ac.id/index.php/nuansaakademik/article/view/1148/1078
