KUDUS.JamuDesa (30/11/2025). Pertandingan perempat final Liga Sepak Bola Desa Kabupaten Kudus tahun 2025 di Lapangan New Ndoro Stadium, Cranggang, Kudus, berakhir dramatis. Dalam duel yang berlangsung di bawah view Gunung Muria yang memukau, perwakilan Kecamatan Jati, Desa Jati Wetan, berhasil mengamankan tiket Semifinal setelah menundukkan perwakilan Kecamatan Dawe, Desa Puyoh, melalui babak adu penalti dengan skor akhir 5-4.
Waktu normal 90 menit tidak cukup untuk memisahkan kedua tim yang bermain imbang tanpa gol.
Babak Pertama: Perang Lini Tengah dan Aksi Goalie
Babak pertama dibuka dengan ritme permainan yang cenderung hati-hati dari kedua kesebelasan. Desa Puyoh dan Desa Jati Wetan sama-sama kuat dalam penguasaan bola di lini tengah, menjadikan babak ini sebagai arena perang taktik antar pelatih.
Peluang berbahaya Jati Wetan: Jati Wetan mendapatkan kesempatan pertama melalui tendangan bebas di dekat kotak penalti, namun eksekusi dari Zikri gagal menemui sasaran.
Hilmi Show. Desa Puyoh merespons dengan tekanan, yang menghasilkan peluang emas dari Joni Susanto. Sayangnya, tendangan melengkung Joni berhasil dimentahkan oleh aksi penyelamatan spektakuler dari kiper muda Jati Wetan, Hilmi, yang terbang menepis bola.
Defensa Solid. Hingga turun minum, disiplin pertahanan kedua tim, ditambah performa impresif dari kedua penjaga gawang, membuat skor tetap bertahan 0-0.
Babak Kedua: Intensitas Meningkat dan Pertarungan Fisik
Memasuki babak kedua, tempo permainan mulai meningkat, diiringi dengan jual beli serangan yang lebih terbuka.
Aturan Penalti. Kesadaran bahwa tidak ada waktu tambahan (extra time) jika skor imbang membuat kedua tim berusaha keras mencetak gol.
Hilmi Tetap Solid. Kiper Hilmi terus menunjukkan penampilan lugas, berhasil mementahkan beberapa serangan balik cepat dari Puyoh, termasuk tendangan spekulatif yang mengarah ke gawangnya.
Faktor Fisik. Pertarungan fisik yang melelahkan di bawah terik matahari mulai memakan korban, ditandai dengan banyaknya pemain yang mengalami kram dan cedera ringan di menit-menit akhir. Hal ini membuat Puyoh dan Jati Wetan dipaksa untuk melakukan pergantian pemain demi menjaga daya serang.
Akhir Waktu Normal. Kendati berulang kali terjadi tekanan, lini belakang kedua tim yang dikomandoi oleh center back tangguh seperti Agus Kurniawan (Puyoh) dan Bambang (Jati Wetan) berhasil menjaga keperawanan gawang mereka. Peluit panjang berbunyi, dan laga dilanjutkan ke babak tos-tosan, adu penalti.
- BUM Desa dan Kopdes Picu Geliat Ekonomi di Kampung Ramadlan Desa Demaan: Wadah Baru UMKM Kudus
- Laba Melejit, BUM Desa Manggala Karya Cendono Setor PAD 11 Juta Lebih
- Cetak Laba Signifikan, BUM Desa BUS Ngembal Kulon Setor PADes Rp 31 Juta
- BUM Desa Tunggak Jati Japan Cetak Laba Bersih di Atas Rp 50 Juta, Unit Internet Desa Jadi Primadona
- Dramatis! Menang Adu Penalti atas Kalirejo Kudus, Karanggondang Jepara Segel Tiket Final Grup C Liga Desa Tingkat Provinsi 2026
Drama Adu Penalti: Mustofa Menepis, Hilmi Menentukan
Babak adu penalti menjadi ujian mental sesungguhnya bagi kedua tim.
Aksi Panenka Gagal. Kiper Puyoh, Mustofa, langsung menjadi pahlawan di kesempatan kedua Jati Wetan. Ia berhasil membaca dan menepis tendangan Panenka (tendangan cungkil pelan) yang dieksekusi oleh Wahyu, membuat Puyoh unggul mental 2-1.
Duel Kiper. Namun, keunggulan Puyoh tak bertahan lama, sebab tendangan algojo ketiga Puyoh, Agus Kurniawan, juga berhasil ditepis oleh Hilmi, menyamakan skor kembali menjadi 2-2.
Penentuan. Skor sama kuat 4-4 hingga penendang kelima. Jati Wetan memenangkan undian koin (coin toss) untuk memilih menjadi penendang atau penjaga gawang di tendangan keenam.
Gol Penentu. Saat skor 4-4, algojo keenam Puyoh, Agus, maju. Kiper Hilmi kembali menunjukkan keajaibannya, berhasil mementahkan tendangan penentu tersebut. Dengan kegagalan Puyoh, Jati Wetan otomatis memenangkan pertandingan dengan skor akhir adu penalti 5-4, memastikan mereka melaju ke babak Semifinal.
Ha
Hasil Akhir
Tim Desa Jati Wetan (Pemenang 5-4)
Tim Jati Wetan berhasil mencetak 5 gol dari 6 kali kesempatan menendang, dengan satu tembakan berhasil ditepis.
Johan Alfarizi (ke-1): Gol (Skor 1-1)
Wahyu ( ke-2): Tidak Gol (Ditepis Mustofa)
Zikri ( ke-3): Gol (Skor 2-2)
Bambang ( ke-4): Gol (Skor 3-3)
Fikri ( ke-5): Gol (Skor 4-4)
Agus (Tendangan ke-6/Penentu): Gol (Menang 5-4)
Tim Desa Puyoh (Kalah 4-5)
Tim Puyoh berhasil mencetak 4 gol dari 6 kali kesempatan menendang, dengan dua tembakan berhasil ditepis/gagal.
Pras Setia ( ke-1): Gol (Skor 1-0)
Agung Tri Utomo ( ke-2): Gol (Skor 2-1)
Agus Kurniawan ( ke-3): Tidak Gol (Ditepis Hilmi)
Eno ( ke-4): Gol (Skor 3-2)
Ahmad Fadlianto ( ke-5): Gol (Skor 4-3)
Agus (Tendangan ke-6/Penentu): Tidak Gol (Ditepis Hilmi – Kegagalan yang memastikan kekalahan Puyoh)
Tendangan ke-6 dari Agus (Jati Wetan) menjadi penentu, mengunci kemenangan 5-4 melaju ke babak Semifinal, sementara Desa Puyoh harus puas mengakhiri perjuangan mereka di babak 8 Besar.



Moh Ali Khomsin*
