Gagas Jaring Komunitas Pemberdayaan Kudus

1

KUDUS.JamuDesa. Tenaga Ahli dan Pendamping Desa, Pelaku Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) Kabupaten Kudus, beserta Pegiat Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS), aktivis Badan Pengelola Sistem Penyediaan Air Minum dan Sanitasi (BP-SPAMS), serta pelaku Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU), gagas berdirinya Jaring Komunitas Pemberdayaan (JKP-Kudus), di kantor Dinas PMD Kudus, Selasa (14/2/17).

Menurut Moh Ali Khomsin TA PSD yang ditunjuk sebagai Koordinator sementara mengatakan, lahirnya JKP-Kudus tak lepas dari munculnya solidaritas peduli Kudus saat tangani pengungsi banjir kemarin.

Seperti diketahui, pada Minggu ke dua bulan Februari banjir menimpa di Enam Desa dari Tiga Kecamatan, yakni Desa Ngemplak dan Karangrowo (Kec. Undaan), Desa Setrokalangan dan Banget (Kec. Kaliwungu) serta Desa Temulus dan Gulang (Kec. Mejobo).

Menurut data JamuDesa, pengungsi di Balai Desa Jati Wetan per pukul 21.00, 12/2/17, sebanyak 273 jiwa, 96 kk, 31 balita, 231 dewasa, 11 lansia, 3 ibu hamil. Sedangkan pengungsi dari Desa Karangrowo sebanyak 201 dewasa, 39 balita, 84 anak-anak, 22 lansia dengan jumlah 346 jiwa dan 113 kk.

Gerakan sosial tangani bencana banjir datang dari Pendamping Desa, Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS), Badan Pengelola Sistem Penyediaan Air Minum dan Sanitasi (BP-SPAMS), Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU), Program Keluarga Harapan (PKH), Perwakilan Pabrik Rokok Sukun, Bagana Banser, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus, Palang Merah Iindonesia (PMI) Kudus, Karang Taruna, NU Kudus, FKDK Defabel, Ubaloka Pramuka, Kudus Rescure, Corb Brigade Pembangunan (CBP) Kudus, Korp Pelajar Putri (KPP) Kudus dan pihak lainnya.

PEMBERDAYAAN
2

Perwakilan dari PAMSIMAS Setianto dan dari KOTAKU Ahmad Siswanto, sepakat membentuk forum jaringan, bukan hanya sekedar menangani saat ada peristiwa banjir dan longsor, tapi miliki jaringan lebih luas ke ranah pemberdayaan masyarakat.

“Alangkah indahnya, kalau forum ini juga miliki perhatian kepada masyarakat desa, misal kita bersama mengkaji potensi desa, mencari solusi penanganannya menuju desa mandiri. Kita bersinergi tingkatkan kapasitas masyarakat basis, bangun kekuatan bersama, seperti membikin Embung Desa, atau membuat desa percontohan di setiap kecamatan,” paparnya.
6

Terpisah, Habib Rifai Koordinator Program Keluarga Harapan (PKH) Kudus, dan Supriyadi Koordinator Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Kudus, saat dikunjungi Moh Ali Khomsin di Dinas Sosial, sepakat adanya gerakan lintas program dan sinergi antar pelaku pemberdayaan di Kabupaten Kudus.

Tampak hadir dalam pertemuan itu antara lain ; Mc Afif Soleh (TA PED), Moh Ali Khomsin (TA PSD), Luhur Muhammad (TA ID), Haerul Saleh (TA PP), Edy Purwanto PD Kec. Bae. Setianto (District Coordinator PAMSIMAS) dan Ahmad Siswanto (ASKOT MANDIRI KOTAKU), serta Didik (Fasilitator Senior PAMSIMAS).

3

Pertemuan sebelumnya Senin (13/2), hadir Agus Putu (PAMSIMAS), Sujono (KOTAKU), Eny Pujiastuti (Ketua Asosiasi BP-SPAMS), Temon dan Victor PD Kec. Gebog. Untuk lebih memantapkan forum, dalam waktu dekat ada pertemuan dengan stakeholders terkait. ** untuk kalangan internal, salam damai. ( Kang Saleh – Kudus).

Leave a Reply