Kudus.JamuDesa.Com
Kata Siapa Kudus tidak memiliki Embung. Petani Desa Bulung Kulon, Kecamatan Jekulo sejak tahun 2016 sudah bisa menikmati kucuran air Embung Jati Boyo dan Embung Jalak Rowo, untuk mengatasi kekurangan air pada musim kemarau atau kelebihan air pada saat musim hujan.
Tak jauh berbeda, 421 ha sawah milik petani Desa Ngemplak Kecamatan Undaan, sejak dulu kala hingga kini bisa mempergunakan aliran Embung Ngemplak ( Larik Jero dan Larik Jobo). Embung Ngemplak Larik Jobo dengan lebar 60 m dan panjang 3,5 km. Sedangkan Larik Jero luasnya sekitar 300 m, dengan kedalaman kedauanya mencapai sekitar 7 meter.

Melimpahnya sumber air yang berada di darat maupun di laut, seringkali membuat manusia tidak begitu memusingkan keberlanjutan dari kesediaan air di alam. Padahal lambat laun, baik kuantitas air dan kualitas air dimanapun semakin menunjukkan keadaan genting dari waktu ke waktu.
Bila perlakuan terhadap air tidak diubah, ke depan air akan menjadi mata konflik yang keras tidak saja antara manusia, tapi juga antara mahluk hidup yang membutuhkan air untuk kelangsungan regenerasi mereka.

Air merupakan sumber daya dan faktor determinan yang menentukan kinerja sektor pertanian, karena tidak ada satu pun tanaman pertanian dan ternak yang tidak memerlukan air. Meskipun perannya sangat strategis, namun pengelolaan air masih jauh dari yang diharapkan, sehingga air yang semestinya merupakan sehabat petani berubah menjadi penyebab bencana bagi petani.
Sadar akan pentingnya fungsi air, RUSLAN (50) Kepala Desa Bulung Kulon Kecamatan Jekulo Kabupaten Kudus, pada tahun 2014 mengajukan program pembuatan dua (2) Embung Kepada Provinsi Jawa Tengah, yakni Embung Jati Boyo dan Embung Jalak Rowo.
Embung Jati Boyo yang berada di Dukuh Karang Wetan, berdekatan dengan Kali Jati, Sedangkan Embung Jalak Rowo yang berada di Dukuh Karang Rowo berdekatan dengan Sungai Tanjung alias Pagok. Kedalaman embung sekitar tiga (3) meter, sedangkan luasnya masing-masing mencapai 1,5 ha.

Terpisah, Kepala Desa Ngemplak, SUTRISNO kepada JamuDesa.Com, Rabu (5/7/17) memaparkan, para petani yang tergabung dalam Perkumpulan Petani Pemakai Air Ngemplak, sejak lama memanfaatkan air embung untuk mengaliri sawah petani seluas 421 ha.
Selain petani yang diuntungkan untuk pengairan bagi areal persawahan, Embung Ngemplak yang dipenuhi Eceng Gondok ini juga bagian dari “sorganya” para pemancing. Ikan Kutuk atau Gabus, merupakan primadona pemancing. “ Pagi dan siang bahkan malam hari, para pemburu ikan alias pemancing, terlihat nongkrong di Embung,” kata Sutrisno.
Di Embung Jati Boyo, Embung Jalak Rowo dan Embung Ngemplak, harapannya kata Kades Bulung Kulon Ruslan dan Kades Ngemplak Sutrisno, akan di bangun tempat wisata kuliner, yang berada di bawah unit Badan Usaha Milik Desa (Bumdesa).

Lantaran memiliki aset berupa embung, kedua desa tersebut tak luput dari sasaran pemilik modal untuk dijadikan tempat wisata. Tapi, pilihan dan harapan Kades Ruslan maupun Sutrisno, lebih peduli kepada kepentingan petani ketimbang kepentingan investor yang sesaat. “Ada beberapa investor “melamar” tempat embung ini untuk dijadikan area wisata. Tapi, saya tolak. Karena saya lebih mementingkan kebutuhan petani akan air untuk area persawahan dari pada kepentingan pemilik modal,” tegas Sutrisno.
Bulung Kulon merupakan salah satu desa yang berada di kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Daerahnya luas dengan luas wilayah 1.435.985 ha/m2. Batas wilayah desa Bulung Kulon adalah
sebelah utara desa Pladen, sebelah selatan desa Talun, sebelah timur desa Sidomulyo, dan sebelah barat desa Bulung Cangkring.

Sebagai daerah pedesaan, desa Bulung Kulon adalah desa yang aman, damai dan tentram. Sebagian besar daerahnya merupakan persawahan dan rawa. Desa Bulung Kulon mempunyai tanah yang subur dan pertanian sangat luas. Hasil pertanian antara lain padi, tebu dan kacang hijau. Desa Bulung Kulon terbagi menjadi 5 dusun dengan 8 Rw dan 47 Rt yaitu Pangkrengan 2 Rw dan 10 Rt, Tengah Kulon 2 Rw dan 11 Rt,Tengah Wetan 1 Rw dan 7 Rt, Karang Wetan 1 Rw dan 8 Rt, Karang Rowo 2 Rw dan 11 Rt.
Ngemplak adalah desa di Kecamatan Undaan, Kudus yang berbatasan dengan Desa Jetis Kapuan, Kecamatan Jati di sebelah utara, berbatasan dengan Desa Karang Rowo diselah timur, Desa Wates di sebelah selatan, dan berbatasan dengan Desa Brang Kulon, Kabupaten Demak. Desa Ngemplak dilalui oleh Jalan Purwodadi yang menghubungkan Kudus dengan Kabupaten Grobogan. *** salam damai kang saleh-ta pp kudus.
