
KUDUS.JamuDesa.Com. Sekretaris Daerah Kabupaten Kudus Noor Yasin dan Ketua DPRD Kabupaten Kudus Masan, didampingi Komandan Kodim 0722/Kudus Letkol Czi Gunawan Yudha Kusuma, kunjungi bazar embrio Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Bakalan Krapyak, Blimbing Kidul dan Papringan Kecamatan Kaliwungu, Kudus, Rabu (2/8/17).
Afif Soleh TA PED Kudus, kepada Sekda dan Ketua DPRD serta Komandan Kodim, menjelaskan satu persatu tiga (3) stan bazar Bumdes, yang turut memeriahkan penutupan Pelaksanaan program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung tahap II, yang dilaksanakan di Desa Papringan, Kecamatan Kaliwungu.

Upacara penutupan TMMD dipimpin Komandan Kodim (Dandim) 0722 Kudus, Letkol Czi Yudha Kusuma. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekda, Ketua DPRD, jajaran OPD, dan Forkopimda Kudus. Kabid Pemberdayaan Masyarakat DPMD, Kasi dan jajaran Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa. Camat dan sebagian Kepala Desa.
Kegiatan penutupan TMMD mengambil tema ”Dengan Semangat Kemanunggalan TNI dan Rakyat Kita Percepat Pembangunan Daerah Guna Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Dalam Rangka Menjaga Keutuhan NKRI.”

Dalam sambutan Dandim yang membacakan amanat dari Kepala Staf Angkatan Darat menyampaikan, Program TMMD telah banyak memberikan pelajaran berharga, baik bagi para prajurit maupun masyarakat setempat.
Betapa penting dan luar biasanya dengan semangat gotong royong membangun bangsa selama satu bulan penuh prajurit bersama komponen masyarakat bahu membahu. ”Semangat gotong royong ini tidak bisa dilakukan jika tak ada sinergi antara TNI dan Masyarakat,” katanya.

Program TMMD, lanjutnya, masih sangat dibutuhkan mengingat sebagian besar wilayah Indonesia adalah pedesaan sehingga keterlibatan TNI sangat dibutuhkan.
Menurut Gunawan, kegiatan TMMD ini sangat dirasakan oleh masyarakat. Keberhasilan TMMD sangat penting karena sebagai tolok ukur tahun selanjutnya. Selain kegiatan fisik TMMD juga ada kegiatan non fisik.
Sasaran pokok dalam pelaksanaan TMMD Sengkuyung II 2017 di antaranya pembuatan jembatan permanen sepanjang 12 meter, lebar 3 meter. Selain itu pembuatan talud badan jalan sepanjang 200 meter yang menghubungkan antara Desa Papringan dengan Desa Kaliwungu, Kecamatan Kaliwungu.

Sedangkan sasaran non fisik antara lain penyuluhan kesehatan, narkoba dan radikalisme. Penutupan TMMD ditandai dengan pemukulan kentongan oleh Dandim dengan didampingi para pejabat yang hadir.
Usai penutupan dilanjutkan penanaman pohon penghijauan di pinggir lapangan dan dilanjutkan dengan peninjauan jembatan dan talud hasil dari kegiatan TMMD sengkuyung tahap II tahun 2017, serta pengguntingan pita dan aksi sosial yaitu donor darah di Aula Balai Desa Papringan.

Kodim 0722/Kudus bersama masyarakat membangun jembatan. Jembatan yang terletak di desa Papringan ini menghubungkan 2 (dua) desa yaitu desa Papringan dan Desa Kaliwungu. Tujuan pembuatan jembatan nantinya adalah membuka akses masyarakat terhadap potensi sumber ekonomi, pendidikan, dan layanan kesehatan.
Lebih jauh Komandan Kodim menjelaskan mata pencaharian rata-rata masyarakat Desa Papringan dan Desa Kaliwungu adalah pengrajin genteng dan bata merah. Selama ini akses jalan penghubung di batasi oleh Sungai. Hasil produksinya di bawa pada saat musim kering. “Kalau musim penghujan debit air sungai akan naik dan aliran airnya deras sehingga tidak bisa dilalui, maka hasil produksi tidak bisa di bawa untuk dijual,” kata Dandim.
TMMD juga memotivasi kembali rasa gotong royong yang hari ini mulai luntur. “Dengan membangun jembatan ini, mudah-mudahan tingkat perekonomian, tingkat pendidikan, dan tingkat kesehatan masyarakat Desa Papringan dan Kaliwungu bisa lebih baik,” tambah Dandim. *** ( salam damai – kang saleh – ta pp kudus ).
