Kudus. JamuDesa. Plt. Bupati Kudus HM. Hartopo mendukung program inovasi desa di Kabupaten Kudus guna mewujudkan sumber daya manusia yang unggul, dalam pembukaan rapat koordinasi dan evaluasi Tim Inovasi Kabupaten (TIK) Kudus, di hotel @Home, pada hari Selasa (3/12).

“Untuk semua inovasi desa tidak harus sama, boleh berbeda, dengan harapan masyarakat semua desa harus dilibatkan, diajak musyawarah, bagaimana desa yang terbaik untuk kedepan, masing-masing punya gagasan, usulan, sehingga bisa menyatu dalam inovasi yang akan dikembangkan, sehingga semua bisa menjadi maju”, kata Hartopo.
bahkan Plt. Bupati Hartopo mengharapkan agar desa di Kabupaten Kudus jangan kalah dengan desa lain.
“Kita jangan kalah dengan desa di kabupaten lain. Tim inovasi ini bisa studi banding di desa lain, atau di kabupaten lain, kalau kita ga (tidak,red) mau studi banding atau sekolah, kita susah, kita ga (tidak,red) bisa mengandalkan pemikiran di desa sendiri. Keberhasilan di desa lain bisa di adopsi di desa kabupaten kudus”, kata Hartopo.
Tenaga Ahli Infrastruktur Desa, Luhur Dwi Muhammad, mengatakan bahwa, dalam program inovasi desa, studi banding ini bisa lebih dimatangkan. Dalam arti, desa sebelum melaksanakan studi banding, dapat membaca terlebih dahulu dokumen pembelajaran inovasi desa. Karena di Kabupaten Kudus sudah memiliki dokumen pembelajaran inovasi desa.
“Kabupaten Kudus sudah memiliki dokumen pembelajaran inovasi desa, baik berupa narasi maupun video, mulai tahun 2018, dan juga 2019. Dokumen pembelajaran ini menjadi khazanah pengetahuan awal bagi desa, karena disusun berdasarkan best practice, praktik baik yang telah dilakukan di Desa di Kabupaten Kudus maupun desa di luar kabupaten Kudus. Jadi dokumen pembelajaran inovasi desa ini bukan sekedar ide atau gagasan”, kata Luhur.
Dengan demikian studi banding tidak harus keluar kabupaten, tapi bisa memaksimalkan kegiatan inovasi desa yang ada di kabupaten kudus.

Kepala Dinas PMD Kabupaten Kudus, Adi Sadhono, mengatakan bahwa rapat koordinasi yang diikuti oleh peserta 61 orang ini terdiri dari unsur Tim Inovasi Kabupaten (TIK), Tim Pelaksana Inovasi Desa (TPID),Tenaga Pendamping Profesional (TPP) P3MD Kudus,dan panitia. Dan kegiatan inovasi yang telah menjadi komitmen desa adalah pengelolaan sampah, konvergensi pencegahan stunting, pengembangan usaha pertanian, pengembangan posyandu integrasi, dan lain-lain.
“Upacara pembukaan rapat koordinasi dan evaluasi TIK ini dihadiri oleh Kepala Dinas PMD Kudus selaku ketua TIK, kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Kominfo, Kepala Dinas Perdagangan, Camat se-Kudus, Tenaga Ahli Pemberdyaan Masyarakat (TAPM) Kudus, pengurus TIK, perwakilan TPID se-Kudus, Pendamping Desa dan Pendamping Lokal Desa setiap kecamatan satu orang. Dan kegiatan inovasi yang telah menjadi komitmen desa tahun 2019 ini adalah pengelolaan sampah, konvergensi pencegahan stunting, pengembangan usaha pertanian, pengembangan posyandu integrasi, dan lain-lain.”, kata Adi.
Adi menambahkan bahwa kegiatan rapat koordinasi ini mepunyai 4 tujuan.
“Tujuan penyelenggaraan rapat koordinasi ini yaitu terwujudnya evaluasi pelaksanaan program inovasi desa di Kudus tahun 2018-2019, capaian data program inovasi desa di Kudus tahun 2018-2019, kesepakatan sustainability program inovasi desa yang sesuai dengan potensi, kondisi, keunggulan dan daya saing Kudus di Kabupaten Kudus serta pembelajaran bagi stakeholder desa dengan best practice kegiatan inovasi desa yang akan ditindaklanjuti sebagaimana rencana kerja yang disepakati”, kata Adi.




Rapat koordinasi TIK ini diselenggarakan di Hotel @Home Kudus mulai Selasa, 3 Desember 2019 sampai dengan Jum’at, 6 Desember 2019. Salam Merdesa!. Khomsin
