
KUDUS.JamuDesa. Puncak Musrenbangwil yang ditunggu-tunggu warga, acara Video Teleconference Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo, yang berada di Pendopo Kabupaten Kudus dengan Kepala Desa Wonosoco, Setiyo Budi (39) di Aula Kecamatan Undaan membawa semangat baru bagi warga Wonosoco, Selasa (14/3/2017).
Lazimnya dialog, Gubernur Ganjar Pranowo langsung “membombardir” pertanyaan-pertanyaan seputar APBDes Wonosoco, Dana Desa, Prosentase pembangunan dan pemberdayaan, Alokasi Dana Desa, Pendapatan Asli Desa, Badan Usaha Milik Desa (Bumdes), Angka Kematian Ibu melahirkan dan Angka Kematian Bayi.
Tanpa ragu Kades kelahiran Kudus17 Mei 1978, satu persatu menjawab pertanyaan Gubernur Ganjar Pranowo dengan lantang.“Angka kematian ibu melahirkan, angka kematian bayi dan gizi buruk, tidak ada di desa kami pak Gub,” tegasnya sambil memamerkan postur APBDes Wonosoco yang disambut tepuk tangan hadirin.
Ditanya tentang potensi desa, Kades yang semula sebagai pengusaha kayu ini lagi-lagi menjawab dengan lancar.Meskipun letaknya begitu terpencil, berhimpitan dengan Kabupaten Grobogan dan Pati, Desa Wonosoco memiliki potensi wisata amat indah. Wisata alam yang ada di desa ini terdiri dari wisata Goa, Sendang dan Petilasan serta Bumi Perkemahan, kedepan kata Setiyo Budi ada Agro Wisata. Sedangkan kegiatan budaya disuguhkan oleh masyarakat Wonosoco secara rutin tiap tahun, seperti pementasan Wayang Klitik.

Desa Wonosoco yang pada tahun 2016 mendapat kucuran Dana Desa (DD) sekitar Rp 629 juta dan tahun 2017 naik menjadi sekitar Rp 802 juta ini, kata Kades Setiyo, miliki persoalan yang sangat mendasar yakni banjir bandang di Permukiman, genangan banjir di area pertanian, wisata dan belum adanya jaringan fiber optik serta budaya.

Harapan desa Wonosoco, kata Kades, selaras dengan Prioritas Bupati Kudus H.Musthofa, tentang kajian untuk mengurangi persoalan bencana di Wonosoco, diantaranya sebagaimana disampaikan dalam Paparan Bupati Musthofa; Pertama, konservasi hutan di Gunung Kendeng Utara (Kesatuan Pemangkuan Hutan Purwodadi yang meliputi Kab. Kudus, Pati, Grobogan). Kedua, membuat 1 (satu) unit Sabo Dam di Wilayah Pati dan 1 (satu) unit Sabo Dam di Wilayah Kudus, dan Ketiga normalisasi alur, perbaikan dan perkuatan tanggul Sungai Tus Cangkring dan Sungai Londo.
Puas dengan jawaban Kades Setiyo Budi, lalu Gubernur Ganjar minta perwakilan warga satu laki-laki dan perempuan untuk bertanya. Kemudian, berdiri dan angkat tangan Ki Sutikno, Dalang Wayang Klitik yang didampingi sinden. Dialog mengalir dan penuh tawa, Pak Ganjar minta kepada Dalang untuk membawakan suluk. Usai Suluk, lalu Sutikno memberikan kenang-kenangan kepada Gubernur Jateng berupa Wayang Klitik Tokoh Raden Damarwulan. Pak Ganjar menduga, biasanya kalau sudah memberikan hadiah, pasti ada maunya. Dugaan Pak Ganjar betul, Ki Sutikno minta kepada Gubernur berupa seperangkat alat gamelan (Pelok Slendro) dan kostum pentas Wayang Klitik serta minta diundang pentas oleh Gubernur. Ganjar Pranowo, membalasnya dengan menyebut dalang Wayang Klitik Ki Sutikno Rindu Order, yang disambut gerrr hadirin.
Giliran perwakilan perempuan bertanya kepada Gubernur, Andiyan Julianingrum yang aktif di komunitas perempuan dan PAUD, langsung menyapa Gubernur dan juga Bupati Kudus dengan sapaan Halo Pak Bupati dibarengi lambaian tangan, lalu dibalas lambaian tangan H Musthofa. Tak berbeda dengan pak dalang, Ningrum juga minta kepada Gubernur, pertama pengadaan alat pengering dan penggiling jagung. Kedua, pengadaan alat pemasak dan pengaduk dodol labu. Ketiga, pengadaan alat pengemas produk (Jagung, Thiwul dan Stik). Keempat, Pengadaan Alat Permainan Edukatif (APE) untuk PAUD.
Permintaan Ningrum langsung didistribusikan oleh Ganjar Pranowo, pengadaan APE diserahkan kepada Kades Wonosoco. Sedangkan usulan pertama dan ketiga, sanggupi oleh Bupati Kudus, H Musthofa.
Akhir dialog, Gubernur Ganjar titip pesan untuk warga Wonosoco, diantaranya, menjaga kerukunan, awas hati-hati munculnya isu sara, bahaya narkoba, bahaya gerakan radikalisme. Sedangkan usulan program mengatasi banjir, meminta kepada Camat untuk dibuatkan proposal, dan lakukan verifikasi.
Kedatangan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo ke Kabupaten Kudus selain untuk menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan Wilayah (Musrenbangwil) di eks karesidenan Pati yang ditempatkan di Kudus juga bersilaturahmi dengan kiai sepuh KH. Sya’roni Ahmadi, KH Ulil Albab dan KH Ullin Nuha, pengasuh Pondok Pesantren Yanbu’ul Quran.

Dalam dialog itu, Kepala Desa Wonosoco di dampingi Camat, Kapolsek, dan Danramil Wonosoco. Sedangkan dibelakangnya tampak hadir Perangkat Desa Wonosoco, Ketua BPD dan Anggota, LPMD, KPMD, Ketua RW, Ketua RT, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Budayawan, Perwakilan Pemuda, Ibu-Ibu PKK, Perwakilan Perempuan, Komunitas Petani (Gapoktan), Pokdarwis, Perwakilan Rumah Tangga Miskin, Komunitas Penyelamat Gunung Kendeng, Komunitas Masyarakat Peduli Api (MPA), Perwakilan Pendidikan, Perwakilan Kesehatan, dan Linmas. Hadir pula perwakilan dari Provinsi Jawa Tengah, Bappelitbangda Kudus, Dinas PMD, Tenaga Ahli, Pendamping Desa, serta Pendamping Lokal Desa P3MD Kudus.
Sedangkan, Gubernur Jateng H Ganjar Pranowo yang berada di Pendopo Kabupaten Kudus, didampingi Bupati Kudus, Rembang, Pati, Jepara dan Blora. Turut hadir juga Anggota DPD RI, Anggota DPRD Provinsi, Pengamat UNDIP Dr. Teguh Yuwono, Sekda Provinsi, Anggota DPRD Kabupaten Kudus, Komunitas Penyandang Cacat, Kepala OPD, Camat, Lurah, Kepala Desa, Tenaga Ahli, Pendamping Desa dan Pendamping Lokal Desa P3MD Kudus.
Untuk melengkapi hasil-hasil pemberdayaan masyarakat, ditampilkan ekspo UMKM, pendidikan, dan inovasi pelayanan Publik. Bupati Kudus Musthofa menampilkan berbagai produk UMKM, pendidikan kejuruan dengan keahlian khusus, serta inovasi yang telah digagasnya pada Gubernur Jawa Tengah dan kepala daerah lain yang hadir.**** (salam damai kang saleh, ta-pp kudus).
