
Semarang.JamuDesa.Com. Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TA PM) Provinsi Jawa Tengah ikuti pelatihan peningkatan kapasitas Program Inovasi Desa (PID) tahun 2018, selama seminggu (10-16 Agustus 2018) di Hotel Aston Inn Semarang.
Nurul Hadi, Tenaga Ahli Konsultan Nasional (TA KN) mengatakan Program Inovasi Desa hadir sebagai upaya mendorong peningkatan kualitas pemanfaatan Dana Desa dengan memberikan rujukan inovasi pembangunan Desa serta merevitalisasi peran pendamping dalam mendukung pembangunan Desa.

Dikatakan, melalui Program Inovasi Desa diharapkan mampu memicu munculnya inovasi dan pertukaran pengetahuan secara partisipatif. “Program Inovasi Desa merupakan salah satu bentuk dukungan kepada Desa agar lebih efektif dalam menyusun penggunaan Dana Desa sebagai investasi dalam peningkatan produktifitas dan kesejahteraan masyarakat,” tegas Nurul.
Tujuan umum pelatihan PID adalah, mendorong produktivitas dan pertumbuhan ekonomi perdesaan serta membangun kapasitas desa yang berkelanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan sosial ekonomi masyarakat dan kemandirian desa.

Lebih lanjut, Investasi Desa dalam rangka pembangunan perdesaan dan pemberdayaan masyarakat, secara umum dapat dikategorikan dalam tiga (3) bidang meliputi; infrastruktur perdesaan, kewirausahaan dan pengembangan ekonomi lokal serta peningkatan kualitas sumberdaya manusia. Berbagai kegiatan inovatif dan praktek cerdas tersebut berpotensi untuk dikembangkan atau direplikasi di tempat lain dengan beberapa penyesuaian-penyesuaian yang diperlukan.
Pemerintah melalui Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi telah menetapkan prioritas program meliputi; Pengembangan Program Unggulan Kawasan Desa, pengembangan BUMDesa dan BUMDesa Bersama, Pembangunan Embung Desa atau penampungan air lainnya dan pembangunan atau pengembangan sarana olah raga Desa.

“Program-program ini diyakini dapat membantu meningkatkan produktivitas masyarakat desa. Program ini perlu disosialisasikan dan diintegrasikan dengan pelaksanaan pembangunan desa,” harap Nurul.
Peserta pelatihan berjumlah sekitar 167 yang dipandu oleh KPW dan Pegiat Desa, kelompok dibagi menjadi 6 kelas, yang menjadi dua komponen. Dua komponen utama dalam PID, yaitu : Pertama, Pengelolaan Pertukaran Pengetahuan dan Inovasi Desa, yaitu kegiatan penyebarluasan praktek pembangunan inovatif dengan tujuan memberikan inspirasi kepada Desa untuk memperbaiki kualitas perencanaan Desa.
Kedua, Penyedia Peningkatan Kapasitas Teknis Desa (P2KTD), yang bertujuan agar desadesa mendapatkan jasa layanan teknis secara lebih berkualitas dari lembaga professional. PPID dan P2KTD merupakan komponen penting PID yang berperan membantu desa dalam mewujudkan komitmen replikasi inovasi desa, baik dalam perencanaan maupun dalam pelaksanaan pembangunan di desa.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Kependudukan dan Pencatatan Sipil,(Dispermadesdukcapil) Jawa Tengah, Drs Sudaryanto, M.Si didampingi Bapak Nadi Santoso dalam sambutan pembukaan Jumat malam menyampaikan selamat menjalankan pelatihan, dengan harapan semoga sukses. *** salam merdesa – kang saleh – ta pp kudus.
