KUDUS. JamuDesa. Desa Tenggeles merupakan sebuah desa di Kecamatan Mejobo Kabupaten Kudus. Wilayahnya berada di dataran rendah, dengan mata pencaharian penduduk yang kompleks, mulai dari petani, buruh pabrik, swasta maupun wiraswasta.
Di wilayah Desa Tenggeles akan kita temui banyak penduduk yang berwirausaha mandiri. Baik pengolahan makanan ringan, meubelair sampai alat-alat pertukangan. Kegiatan perekonomian semacam inilah yang mewarnai kehidupan warga Desa dan banyak kita temui di Desa Tenggeles.
“Namun, selama ini tidak ada proses pemasaran yang signifikan dan massif, karena para pengrajin lebih banyak menyetor (menjual, red) langsung kepada pengepul sehingga hasil penjualan pun dihargai lebih redah. begitu banyak tantangan yang dihadapi oleh para pelaku UMKM. Hal tersebut dikarenakan keterbatasan masyarakat dalam pemasaran produk secara online”, kata lelaki gesit yang biasa dipanggil Fajar.
Melihat potensi dan permasalahan yang ada di Desa Tenggeles inilah yang membuat Eko Fajar, pemilik Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) DIPCOM berbuat dan mengawali gerakan pemuda memainkan internet marketing. Sehingga para pemuda pelaku UMKM dapat memasarkan produknya, terutama dalam pemasaran alat alat pertukangan secara daring.
Proses pelaksanaan kampung IT ini dimulai dari Pemerintah Desa melakukan observasi atas permasalahan pemasaran hasil produksi UMKM. Hasil observasi dibawa kedalam forum masyarakat melalui musyawarah desa untuk secara bersama-sama dicari jalan keluar atas permasalahan yang ada di dalam masyarakat, dan merekomendasikan kampung IT sebagai solusi atas persoalan yang ada. Pemerintah Desa memberikan fasilitasi internet yang bisa diakses oleh masyarakat.
Memberikan pelatihan kepada pemuda untuk pengembangan skill bagi pemuda dalam pemasaran produk secara online. Memberikan edukasi kepada masyarakat akan pentingnya IT. Pemerintah Desa dapat menggandeng lembaga Kursus dan Pelatihan yang ada di Desa untuk pelaksanaan kegiatan. Banyaknya warga yang dapat mengakses internet gratis di tempat yang disediakan baik oleh pemerintah Desa maupun Lembaga Kursus dan Pelatihan.
Dan sebagai pelaku Pemerintah Desa dan Lembaga Kursus Komputer DIPCOM, dengan pendanaan dari APBDes, dan LKP DIPCOM . Dan hasil capaiannya adalah pemuda dan masyarakat pada umumnya dapat memasarkan hasil produksinya secara online sehingga jangkauannya lebih luas, dan membuat nilai jual produk yang ada lebih tinggi dari pada dijual kepengepul sehingga margin yang didapatkan oleh pelaku usaha juga lebih banyak. Ketergantungan pelaku UMKM kepada pengepul akan berkurang sehingga pelaku usaha dapat melakukan pemasaran sendiri dengan dukungan dari Pemerintah Desa.
Alhasil, dari sebuah gagasan kreatif saja ternyata banyak menjawab persoalan dan tantangan yang ada di dalam masyarakat. Tidak hanya menjawab melainkan juga menguraiakan permasalahan yang ada. Proses marketing / pemasaran yang selama ini terabaikan dan hanya mampu menjual kepengepul dengan harga minim, dengan adanya Kampung IT ini pelaku usaha dapat memasarkan produksinya secara langsung dengan margin yang cukup untuk produksi selanjutnya.
Untuk peningkatan akses informasi masyarakat maka diperlukan Pengadaan jaringan internet desa, sehingga jaringan internet sampai kesudut-sudut desa dan dengan mudah diakses oleh pelaku UMKM.
untuk info lebih lanjut dapat menghubungi kontak Informasi Fajar Facebook : Dipcom.fajar, Eko Fajar Supriyanto, S.Kom di nomor telepon 085865547899 Alamat Desa Tenggeles RT 03 RW 02, Mejobo, Kudus.
Berita ini dinukil dari dokumentasi pembelajaran TPID Mejobo Kudus, Program Inovasi Desa 2018
