Abdi Maghfur, Pendamping Lokal Desa (PLD) Dawe
Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) Kusuma Lestari Samirejo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, menjadi contoh nyata bagaimana desa bisa tumbuh mandiri melalui pengelolaan potensi lokal secara terencana dan berkelanjutan. Berdiri pada 26 Oktober 2023 dan berdasarkan Peraturan Desa Samirejo Nomor 03 Tahun 2024 tentang Pendirian BUMDes Kusuma Lestari Samirejo. BUM Desa ini lahir dari semangat kolaborasi pemerintah desa bersama masyarakat, yang sejak awal diarahkan untuk memperkuat ekonomi warga melalui pengelolaan air bersih (PAMDes) dan pengembangan usaha peternakan kambing.
Awal Berdiri dan Program Unggulan
Awal Berdiri, organ BUM Desa Kusuma Lestari Samirejo adalah Kepala Desa Samirejo Awang Indra Kusuma sebagai Penasihat, Setiyo Trisnawati,S.E. sebagai pengawas, dan Nasrullah,ST sebagai direktur, Muhadisin,S.Pd. sebagai sekretaris, Subarkah, ST. sebagai bendahara, serta dibantu dua orang pegawai teknis PAMDes, Barokah dan Asrofi.
Program pertama yang dijalankan adalah PAMDes Tirta Kusuma. Penyertaan modal awal dari Desa Samirejo berupa uang sebesar Rp.35.000.000. Ditambah berupa barang 2 unit submersible dan 2 unit jaringan pipa dengan nilai Rp.166.350.000. Layanan air bersih desa yang kini telah menjangkau banyak pelanggan di wilayah Samirejo. Total pelanggan per Desember 2024 itu 399 sambungan rumah (SR) di Dukuh Gringging, semula 143 SR. Pembangunan dilakukan secara bertahap, tower air dan jaringan pipa, adanya dukungan pendampingan teknis dari pendamping desa dan Djarum Foundation melalui Perkumpulan Desa Lestari. Upaya ini tidak hanya menghadirkan akses air bersih, tetapi juga membuka lapangan kerja dan sumber pendapatan baru bagi BUM Desa.
Menutup Tahun 2024, berdasarkan laporan laba rugi BUM Desa selama tahun 2024, BUMDes memperoleh total keuntungan laba bersih sebesar Rp. 21.799.053 dari kegiatan usaha PAMDes yang sudah dijalankan. Sehingga mampu kontribusi ke Pendapatan Asli Desa (PADes) sebesar Rp 5.450.000 atau sebesar 25% dari keuntungan.
Memasuki tahun 2025, BUM Desa Kusuma Lestari Samirejo semakin memperluas kiprahnya melalui Program Ketahanan Pangan. Program ini diwujudkan dalam bentuk ‘Usaha Kerjasama Ternak Kambing’, yang diluncurkan setelah melalui serangkaian tahapan, mulai rapat koordinasi, musyawarah desa khusus (musdesus), sampai dengan survei dan seleksi calon peternak mitra.
Dari Musyawarah Menuju Aksi
Forum Musdesus Program Ketahanan Pangan yang digelar pada 14 Oktober 2025 menjadi tonggak penting arah pembangunan ekonomi desa. Pertemuan yang dihadiri oleh Camat Dawe, Kepala Desa, Babinsa, BPD, pendamping desa, serta masyarakat peternak ini menetapkan bahwa 20% Dana Desa 2025 dialokasikan untuk program ketahanan pangan, dengan fokus pada kerjasama ternak kambing.
Dalam forum tersebut, disepakati pula mekanisme pembagian hasil: 70% keuntungan untuk peternak dan 30% untuk BUM Desa. Skema ini menegaskan semangat gotong royong dan keberpihakan pada masyarakat kecil, sembari memastikan keberlanjutan usaha BUM Desa sebagai lembaga ekonomi desa.
Rapat Koordinasi dan Penyerahan Dana
Sebelum Musdesus berlangsung, pengurus BUM Desa rutin mengadakan rapat koordinasi bersama perangkat desa dan pendamping, membahas teknis penyaluran modal usaha sebesar Rp185 juta dari Dana Desa. Dana ini kemudian secara resmi diserahkan pada 22 Oktober 2025 dalam acara Penyerahan Dana Program Ketahanan Pangan, yang bertepatan dengan Hari Santri Nasional.
Kegiatan ini ditandai dengan penandatanganan berita acara, doa bersama, serta komitmen bersama antara pemerintah desa, pengurus BUMDes, dan kelompok peternak untuk menjalankan program dengan penuh tanggung jawab.
Survei dan Seleksi Peternak Mitra
Tahapan berikutnya adalah survei dan seleksi lapangan terhadap 20 calon peternak kambing yang tersebar di beberapa dukuh di Samirejo. Pengurus BUM Desa melakukan penilaian kondisi kandang, kesiapan lahan, serta kapasitas pemeliharaan. Hasil seleksi menentukan siapa saja yang layak menandatangani MoU kerjasama ternak, dengan prioritas bagi peternak yang memiliki komitmen dan kesiapan manajemen kandang secara berkelanjutan.
Membangun Kemandirian dan Solidaritas Sosial
Program ternak kambing bukan hanya bentuk kegiatan ekonomi, tetapi juga wadah pemberdayaan sosial. Melalui sistem kemitraan dan pendampingan rutin, BUM Desa berupaya menumbuhkan budaya gotong royong, tanggung jawab bersama, serta solidaritas antarpeternak.
Dengan semangat dari desa untuk desa, BUM Desa Kusuma Lestari Samirejo optimistis mampu menjadikan ketahanan pangan sebagai gerakan nyata menuju desa mandiri dan sejahtera. Air bersih yang mengalir lewat PAMDes dan suara kambing di kandang menjadi simbol tumbuhnya kemandirian ekonomi masyarakat pedesaan — perlahan, pasti, dan berdaya.
Editor: Moh Ali Khomsin
Flyer transparansi BUM Desa




