Kudus selenggarakan Bursa Inovasi Desa, Bupati apresiasi

KUDUS. JamuDesa. Tim Inovasi Kabupaten (TIK) Program Inovasi Desa Kabupaten Kudus Provinsi Jawa Tengah telah berhasil meluncurkan Bursa Inovasi Desa, hari Kamis kemarin, 8 November 2018 di Taman Budaya Kudus.

Acara yang dihadiri peserta termasuk panitia sebanyak 650 orang ini dihadiri Bupati Kudus, Ir. H.M. Tamzil, MT. beserta ibu Hj. Rina Tamzil ini menyajikan kegiatan-kegiatan inovasi yang telah berjalan di desa di Kabupaten Kudus, maupun nasional. Tercatat ada 50 kegiatan inovasi Desa tingkat nasional, serta ada 37 kegiatan inovasi Desa tingkat kabupaten Kudus.

Kegiatan inovasi Desa tersebut disajikan dalam bentuk artikel maupun video pembelajaran inovasi Desa. Artikel dan video tersebut adalah hasil dari capturing dan disusun oleh Tim Pelaksana Inovasi Desa atau TPID di setiap kecamatan di Kudus.

Artikel pembelajaran inovasi Desa di cetak khusus sebagai menu Bursa. Dari pantauan JamuDesa tampak ada dua buah buku. Pertama buku menu nasional, dan kedua buku menu lokal. Disamping juga dipamerkan produk inovasi serta kegiatan inovasi di stand- stand yang sudah disediakan. Dengan demikian diharapkan Kepala Desa, Ketua BPD dan tokoh masyarakat akan sangat leluasa mendalami praktik cerdas dan kunci sukses kegiatan inovasi yang ada. Dan juga leluasa memilih kegiatan inovasi desa mana yang hendak di Replikasi di desanya sendiri.

Proses mengambil kegiatan inovasi desa lain untuk kemudian direplikasikan di desanya sendiri itu adalah dengan menandatangani kartu komitmen.

Bupati Kudus dalam sambutan pembukaannya menyatakan bahwa dengan bursa ini agar desa lebih efektif dalam menyusun penggunaan Dana Desa sebagai investasi dalam peningkatan produktifitas dan kesejahteraan masyarakat.

“Melalui Program Bursa Inovasi Desa (BID), diharapkan mampu memicu munculnya inovasi dan saling berbagi informasi secara partisipatif dan merupakan salah satu bentuk dukungan kepada desa agar lebih efektif dalam menyusun penggunaan Dana Desa sebagai investasi dalam peningkatan produktifitas dan kesejahteraan masyarakat”, kata Tamzil.

Dalam kesempatan ini, Bupati Kudus juga menekankan tiga menu wajib dalam bursa ini, pertama Posyandu Integrasi, kedua Kampung IT, dan ketiga adalah pengelolaan sampah. Ini berarti setiap desa harus mengambil setidak-tidaknya satu menu dari tiga menu wajib itu.

“Untuk Kudus, kita telah menetapkan 3 (tiga) menu khusus dengan menekankan pada 3 (tiga) menu wajib, yaitu Posyandu integrasi, sedekah sampah, dan Kampung IT. Apa yang sudah kita tetapkan ini diharapkan dapat memberikan motivasi dan inovasi inovasi baru bagi desa untuk berpartisipasi dalam proses menggali dan memanfaatkan potensi yang ada”, tambah Tamzil.

Sementara itu, Kepala Dinas PMD Kudus yang juga sekaligus Koordinator TIK, Drs. Adi Sadhono Murwanto, MM menyampaikan bahwa, maksud dan tujuan penyelenggaraan Bursa ini adalah untuk Desa-Desa dapat menyampaikan ide, mengetahui kegiatan inovasi Desa yang telah berjalan di desa-desa.

“Maksud dan tujuan Bursa pertama adalah mendesiminasikan informasi pokok PID (Program Inovasi Desa, red) secara umum, serta pengelolaan pengetahuan Inovasi Desa secara khusus”, Kata Adi Sadhono.

Kemudian berikutnya adalah menyampaikan informasi tentang Program Inovasi Desa.

“Bursa ini juga untuk menginformasikan secara singkat pelaku-pelaku PID di tingkat Kabupaten, Kecamatan dan Desa. Disamping menyajikan Inovasi yang berkembang di Desa-desa menyelesaikan tantangan potensi, kebutuhan dan permasalahannya”, lanjut Adi Sadhono.

Tetapi yang paling utama dari adanya Bursa adalah komitmen.

“Namun yang paling utama dengan adanya Bursa adalah membangun komitmen Desa menyelenggarakan kegiatan inovasi di Tahun 2019 dengan terlebih dahulu menyusun APBDES 2019”, pungkas Adi.

Komitmen ini nantinya akan direkap dan diidentifikasi, kegiatan inovasi mana, desa mana yang membutuhkan layanan teknis dari P2KTD atau penyedia peningkatan kapasitas teknis Desa. Salam Merdesa. Khomsin

2 thoughts on “Kudus selenggarakan Bursa Inovasi Desa, Bupati apresiasi

  1. Program Inovasi Desa merupakan terobosan yg hebat, dg demikian potensi lokal yg ada di desa bisa di optimalkan, di berdayakan,di kembangkan oleh warga, sesuai dg ke arifan lokal desanya. Agar masyarakat bisa berperan aktif, mendukung, kegiatan2 ttg inovasi, ide2 kreatif yg bisa di lempar ke masyarakat. Baik kuliner, teknologi tepat guna, pariwisata, pelayanan publik, di sesuaikan kondisi real desa tsb. Namun ada beberapa kendala yg ada di lap. Terutama desa2 yg notabene gk ad potensi, baik secara kultural, demografi, maupun alam. Contoh di perkotaan. Yg kedua faktor penggerak, pemuda pelopor penggerak pedesaan, saat ini blm maksimal. 3.SDM jg sangat berperan penting terutama menyangkut ttg kesadaran masyarakat.
    Ini yg kami rasakan, yg kami lihat, butuh sentuhan yg betul2 bisa memberikan PENYADARAN pd warga masyarakat.
    Karena paradigma lama, untuk mengubah mainseat ke paradigma baru.. Itu butuh kerja keras, kerja cerdas.. Bukan sekedar teori, bukan sekedar perintah. Berikan keleluasaan pd desa,. seluas luasnya. Lucuuu… kalau hanya sebatas yg wajib.. untuk sebuah komitmen. Yuk..
    Berpikir cerdas… bukan hanya YES I DO,
    Kenali,.. di pilah, di mapping… hanya sekedar TEORI… sekali lagi, bgmn bisa memberikan PENYADARAN pd masyarakat. Apapun programnya, tanpa ada kesadaran masyarakat.. IT’S ZONK ALONE.
    Tks dan mohon maaf kl ada hal yg kurang pas., BRAVO INOVASI DESA.

Leave a Reply

Discover more from JAMU DESA

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading