Tren Perkembangan BUM Desa di Kabupaten Kudus Tahun 2025

KUDUS.JamuDesa (17/10/2025). BUM Desa, atau Badan Usaha Milik Desa, di Kabupaten Kudus menunjukkan perkembangan yang signifikan dari tahun 2023 hingga 2025. Data dari Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) Kabupaten Kudus memberikan gambaran yang jelas mengenai peringkat BUM Desa serta jenis-jenis usaha yang paling banyak dijalankan.

Apa yang Terjadi dengan BUM Desa di Kudus?

Berdasarkan data yang dirilis, terdapat tren positif dalam peringkat BUM Desa di Kabupaten Kudus. Jumlah BUM Desa yang masuk dalam kategori “Maju” stabil di angka 11 pada tahun 2024 dan 2025, meningkat dari hanya 5 pada tahun 2023. Peningkatan paling mencolok terlihat pada kategori “Berkembang”, yang melonjak drastis dari 21 pada tahun 2023 menjadi 85 pada tahun 2025.

Sebaliknya, jumlah BUM Desa yang berada di level “Dasar/Perintis” dan “Tumbuh/Pemula” mengalami penurunan signifikan. Kategori “Dasar/Perintis” turun dari 45 pada tahun 2023 menjadi hanya 1 pada tahun 2025. Demikian pula, kategori “Tumbuh/Pemula” berkurang dari 40 menjadi 19 dalam periode yang sama. Total keseluruhan BUM Desa di Kudus juga mengalami peningkatan, dari 111 pada tahun 2023 dan 2024 menjadi 116 pada tahun 2025.

Di Mana Lokasi BUM Desa Maju?

BUM Desa yang telah mencapai kategori “Maju” tersebar di beberapa kecamatan di Kabupaten Kudus. Kecamatan Kaliwungu memiliki jumlah BUM Desa Maju terbanyak, dengan 4 BUM Desa. Diikuti oleh Kecamatan Kota Kudus dan Bae, masing-masing memiliki 3 BUM Desa Maju. Kecamatan Gebog memiliki 2 BUM Desa, sedangkan kecamatan Jati, Mejobo, Jekulo, dan Dawe masing-masing memiliki 1 BUM Desa maju. Uniknya, Kecamatan Undaan tidak memiliki satu pun BUM Desa yang masuk kategori Maju.

Siapa yang Mendukung Perkembangan Ini?

Data ini disusun berdasarkan hasil pemeringkatan tahun 2023,2024, dan 2025 yang diinput secara mandiri oleh BUM Desa di Kabupaten Kudus. Dimana sebelumnya dikerjakan melalui aplikasi Excel, lalu kemudian beralih web basis. 

Hal ini menunjukkan kinerja banyak pihak telah berhasil, mulai dari Pemerintah Pusat, Provinsi, Kabupaten, Kecamatan dan Desa, juga mendapat support luar biasa dari TPP, Djarum Foundation , Lokadata, Perkumpulan Desa Lestari dan pihak lainnya yang telah berperan aktif, baik dalam mendampingi, memantau, membantu permodalan, kebijakan dan membina perkembangan BUM Desa di Kudus.

Kapan Perkembangan Ini Diamati?

Perkembangan ini dianalisis selama periode tahun 2023 hingga 2025.

Mengapa BUM Desa di Kudus Berkembang Pesat?

Peningkatan jumlah BUM Desa yang mencapai peringkat “Berkembang” menunjukkan adanya keberhasilan dalam pengelolaan dan peningkatan kualitas usaha. Tren ini bisa jadi disebabkan oleh berbagai faktor, seperti peningkatan kualitas manajemen, inovasi dalam jenis usaha, dan dukungan pemerintah daerah.

Bagaimana Jenis Usaha BUM Desa di Kudus?

Data tahun 2025 menunjukkan bahwa jenis usaha yang paling populer di kalangan BUM Desa di Kudus adalah pengelolaan sampah, dengan 36 usaha atau 28% dari total keseluruhan usaha. Posisi kedua ditempati oleh PAM Desa, dengan 20 usaha atau 16%.

Selain itu, terdapat berbagai jenis usaha lain yang dijalankan, di antaranya:

 * Jasa Pemasaran/Perdagangan: 10 usaha (8%).

 * Jasa Pembayaran: 9 usaha (7%).

 * Internet Desa: 9 usaha (7%).

 * Kuliner/Catering/Angkringan: 6 usaha (5%).

 * Pasar/Parkir Pasar: 5 usaha (4%).

 * Wisata: 4 usaha (3%).

 * Penyewaan Gedung/Lapangan: 4 usaha (3%).

 * Jasa Lainnya: 4 usaha (3%).

Sisa jenis usaha lainnya seperti jasa air isi ulang, fotocopy, bimbingan belajar, dan peternakan masing-masing memiliki jumlah unit yang lebih kecil. Hal ini menunjukkan diversifikasi yang cukup baik dalam portofolio bisnis BUM Desa di Kabupaten Kudus.

Perkembangan ini menunjukkan potensi besar BUM Desa sebagai pilar ekonomi di pedesaan, dan data dari Kudus bisa menjadi contoh studi kasus yang menarik bagi daerah lain. Moh Ali Khomsin (TAPM Kabupaten Kudus/ PIC BUM Desa Kabupaten Kudus)

Leave a Reply

Discover more from JAMU DESA

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading