Catatan Akhir Bulan ; Jenang Mubarok, Telkom dan PT Djarum Kudus

 

KUDUS.JamuDesa.Com. Pendampingan merupakan proses interaksi timbal balik (tidak satu arah) antara individu/ kelompok/ komunitas yang mendampingi dan individu/ kelompok/ komunitas yang didampingi yang bertujuan memotivasi dan mengorganisir individu/ kelompok/ komunitas dalam mengembangkan sumber daya dan potensi orang yang didampingi dan tidak menimbulkan ketergantungan terhadap orang yang mendampingi (mendorong kemandirian).

Upaya terus menerus dan sistematis dalam mendampingi (menfasilitasi) Desa dalam mengatasi permasalahan dan menyesuaikan diri dengan kesulitan yang dialami sehingga Desa dapat mengatasi permasalahan tersebut dan mencapai perubahan ke arah yang lebih baik.

20170531_114927

Adalah Desa Glantengan Kecamatan Kota Kabupaten Kudus, tengah menggagas berdirinya Badan Usaha Milik Desa (Bumdes). Desa yang dipimpin oleh Ibu Anna Maryati ini, telah menganggarkan untuk Bumdes sekitar Rp 468 juta. Namun, pihak desa merasa kesulitan menemuikenali potensi desa dan keterbatasan lahan.

Setelah diskusi, maka pihak desa merasa perlu melakukan silaturahmi dan dialog dengan salah satu warga Desa Glantengan yang sukses menggeluti dunia bisnis, tak lain Direktur Utama Mubarok Food Cipta Delicia, juga pemilik Museum Jenang Kudus,  H Muhammad Hilmy.

OASIS6

Kades Anna Maryati beserta pengurus BPD Tri Sulistyadi, Agung Abadi, Perangkat Desa Amin Subchi, Perwakilan Rt Ahmad Latif, Pendamping Desa Muhammad Lutfi, TA PED Mc Afif Soleh dan TA PP Haerul Saleh, diterima  H Muhammad Hilmy, di Aula lantai dua Perkantoran Mubarok Food,  pada Rabu (31/5/2017).

Muhammad Hilmy sebagai Generasi III Mubarok Food, merasa senang dan bersyukur bisa sheering tentang Bumdes dengan Kepala Desa, Perangkat dan Pendamping. Sebelas (11) pandangan Hilmy pertama, Mubarok Food memiliki produk terkemuka berwawasan lingkungan, meraih rengking 6 se Jawa Tengah dalam Corporate Social Responsibility (CSR).

OASIS3

Kedua, berkah bulan Ramadhan tahun ini bagian momentum bersejarah spiritual management dan laku ikhtiar.  Ketiga komitmen, apakah yang menjadi rencana besar Desa diawali dengan perencanaan yang matang termasuk regulasi. “Pijakan pendirian Bumdes harus kuat, AD/ART-nya harus kokoh,” tegas Hilmy.

Keempat, lakukan study kelayakan dari berbagai unsur dan perlu membuat potret desa. Tahap selanjutnya, memilih potensi mana yang lebih cerah. Kelima, konsistensi dalam menjalankan program. Keenam, rasa memiliki harus tumbuh. Ketujuh, memiliki motivasi, keilmuan dan semangat. Kedelapan, kepemilikan harus jelas, bagaimana sheering provitnya. Kesembilan, mempunyai kepercayaan. “Komitmen ini harus diuji dalam proses,” katanya.

Kesepuluh, membangun karakter, miliki akhlak, menghasilkan sumberdaya manusia yang amanah dan professional.  Kesebelas, kerja keras, kerja tuntas. “Tidak ada lasan untuk tidak mendukung rencana Desa Glantengan, sedangkan keterbatasan lokasi menjadi tantangan Desa,” paparnya.

Musium Jenang

Usai dialog dan foto-foto, lalu rombongan dihantar menuju Musium Jenang di Jalan Sunan Muria, yang masih satu deretan dengan pusat oleh-oleh Mubarok Food Kudus.

Grand Opening Gedung Mubarok dan Museum Jenang yang diklaim satu-satunya di Indonesia, telah diresmikan Bupati Kudus H.Musthofa yang diwakili oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, Koperasi, dan UKM, Bambang Tri Waluyo, perwakilan dinas perindustrian dan perdagangan provinsi Jawa tengah, Jajaran Forkopimda Kudus, Perwakilan dari Ketua komis B DPRD Muhasiron, Ka.kemenag Noor Badi serta tamu undangan lainnya,pada Rabu, (24/5/2017).

Mengusung tema Glokalisasi, yang berarti Membumikan Potensi Lokal dari Kabupaten Kudus ke Kancah Global, Gedung berlantai 2 itu di gadang-gadang menjadi Pusat Sentra Bisnis dan Budaya. Hal ini merupakan suatu kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Kudus.

Museum Jenang sendiri menampilkan cerita sejarah keberadaan makanan khas Kudus Jenang pada awal mulanya, seperti halnya diorama Pasar Bubar Menara, yang merupakan pasar pertama Jenang Kudus, Rumah dan Baju Adat Kudus juga Dokumen Kudus tempo dulu.

Diperlihatkan juga maket komplek Menara Kudus dan Masjid Al Aqsha peninggalan Sunan Kudus, terlihat juga bangunan miniatur menara yang merupakan visualisasi Menara setinggi 5 meter, Mushaf Alqur’an ukuran jumbo dan Pustaka menara Kudus dan Walisongo.

Selain adanya pameran foto Kudus tempo dulu, diperlihatkan juga pencetus tiga generasi dari awal berdirinya yang dulu terkenal dengan Jenang Tiga-tiga ini. Lalu, selain dipamerkan alat pembuatan jenang dari generasi ke generasi, juga diperlihatkan bagaimana pembuatan Jenang dari proses produksi hingga pemasaran.

20170531_115443

Masih dilantai 2, pada bagian depan dipamerkan hasil produk asli UMKM seperti batik muria, cofee corner yang mengangkat kopi khas muria, karya seni biola bambu dan kearifan lokal yang ada dikabupaten Kudus.

Hadirnya Museum Jenang ikut meramaikan pariwisata sejarah permuseuman yang ada dikabupaten Kudus, setelah sebelumnya ada Museum Kretek di Getas Pejaten Kecamatan Jati dan Museum Patiayam di Terban Kecamatan Jekulo.

 

Telkom

Usai dari Musium Jenang, kemudian meluncur ke Jalan Jendral Soedirman, tepatnya Kantor Telkom Kudus, keperluan membahas rencana pelatihan membuat web Bumdes dan Desa. Perwakilan Telkom Sumaryono dan Ilham, sudah menunggu di ruang loby.  Keduanya sepakat membantu dan memfaslitasi pelatihan pembuatan Web Desa.

Oasis2

Soemaryoto berharap, pihak Bumdes atau Desa memiliki tenaga khusus yang menangani terkait teknologi informasi. “Pengurus Bumdes atau Desa, diharapkan ada yang menangani secara khusus. Janagan diserahkan kepada karang taruna, nanti seperti dulu-dulu tidak tergarap serius,” kata Sumaryono.

Seperti diketahui UU Desa, pasal 86 Kebijakan Pengembangan Sistem Informasi Desa dijelaskan bahwa ;

  • Desa berhak mendapatkan akses informasi melalui Sistem Informasi Desa yang dikembangkan oleh Pemerintah Daerah Kab/Kota
  • Pemerintah dan Pemerintah Daerah Wajib mengembangkan Sistem Informasi Desa dan Pengembangan Kawasan Perdesaan
  • Pengembangan Sistem Informasi Desa meliputi fasilitasi perangkat keras, perangkat lunak, jaringan serta sumber daya manusia
  • Pengembangan Sistem Informasi Desa MELIPUTI DATA Desa, data Pembangunan Desa, Kawasan Perdesaa serta informasi lain yang berkaitan dengan pembangunan Desa dan pembangunan Kawasan Perdesaan
  • Sistem Informasi Desa dikelola oleh Pemerintah Desa dan dapat diakses oleh masyarakat Desa dan semua pemangku kepentingan
  • Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota menyediakan informasi perencanaan pembangunan Kabupaten/Kota dan Desa.

OASIS5

SID bermanfaat ;

  • Memudahkan pemerintah Desa dalam mengakses menyimpan dan mengolah data Desa
  • Meningkatkan kualitas pengelolaan data Desa yang akurat dan terbarukan.
  • Memperluas jangkauan informasi
  • Meningkatkan kualitas pelayanan administrasi Desa
  • Mempermudah akses informasi tentang Desa
  • Meningkatkan akuntabilitas dan transparansi
  • Menemukenali potensi sumber daya yang bisa dioptimalkan untuk mendukung kemandirian Desa
  • Memudahkan Desa utuk bekerjasama dengan pihak ketiga
  • Meningkatkan kualitas perencanaan dan perumusan kebijakan pembangunan Desa dan Kawasan Perdesaan oleh pemerintah dari tingkat pusat sampai tingkat Desa
  • Mengefektifkan Pelaksanaan kebijakan, program dan kegiatan pembangunan desa yang dilakukan oleh pemerintah d tingkat provinsi dan kabupaten
  • Memudahkan pemerintah daerah melakukan pemantauan perkembangan desa secara nyata

Oasis1

PT Djarum Kudus

Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBPINU) Kabupaten Kudus bekerjasama dengan PT Djarum, selenggarakan Focus Group Discussiont tentang penanggulangan resiko bencana di Oasis Djarum Kudus, Rabu.

Tampak hadir diantaranya perwakilan Universitas Muria Kudus (UMK), perwakilan Polres, Kodim, Aktifis Perempuan,  Dinas Pertanian, Kades Karangrowo Kecamatan Undaan, Tenaga Ahli dan Pendamping Desa serta OPD terkait.

20170531_173538

Kabupaten Kudus rawan bencana banjir di Kecamatan Undaan, Jati, Kaliwungu dan Mejobo. Sedangkan rawan bencana Tanah Longsor di Desa Rahtawu Kecamatan Gebog dan Desa Ternadi Kecamatan Dawe.

Lantaran Kudus salah satu daerah rawan bencana, maka dibutuhkan adanya forum sebagai wadah konsolidasi dan informasi terkait penanggulangan resiko bencana. Kerja-kerja forum diantaranya pertama, Advokasi regulasi. Artinya ada unit yang secara khusus menangani dan mengkawal regulasi daerah/desa tentang penanggulangan bencana.

Kedua unit kajian yang diharapkan bisa melakukan analisis atau kajian tentang penanggulangan bencana, dan ketiga unit kampanye yang diharapkan bisa bekerja untuk meningkatkan kualitas kapasitas masyarakat tentang isu-isu penanggulangan bencana. Misal melalui media sosial, kampanye publik melalui media umum, koran, radio,tv dan lain-lain.

Yunan Adhitya dari perwakilan Djarum, merasa bahagia kehadiran peserta FGD, pasalnya ada “kawan” baru yang bisa diajak kerjasama penanggulangan bencana di Kabupaten Kudus khususnya dan wilayah Indonesia pada umumnya.

Kata Yunan, Djarum Kudus melalui CSR-nya sudah melakukan penghijauan menanam pohon Trembesi di sepanjang jalan pulau Jawa kurang lebih 2.150 km. *** salam damai – kang saleh ta pp kudus.

Leave a Reply

Discover more from JAMU DESA

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading