Pendamping Lokal Desa Se Jawa Tengah Ikuti Pelatihan PID

Gubernur1-pld3_detail

Solo Baru.JamuDesa.Com.  Sebanyak 1.950 Pendamping Lokal Desa se Jawa Tengah ikuti Pelatihan Program Inovasi Desa (PID) di Kota Semarang, Solo dan Kabupaten Sukoharjo, yang dibagi dalam tiga gelombang. Gelombang pertama tanggal 24 sampai dengan 27 September 2018, gelombang kedua tanggal 27 sampai 30 Septemeber 2018 dan gelombang ketiga tanggal 30 September sampai dengan tanggal 3 Oktober 2018.

Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH MIP, mengatakan Pendamping Lokal Desa (PLD) merupakan motor penggerak pembangunan desa. Terkait hal itu, PLD harus memiliki banyak referensi dan literatur agar bisa membantu pengoptimalan pembangunan desa sesuai dengan potensi yang dimiliki masing-masing desa.

20180927_164016

Pernyataan Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH MIP saat membuka Pelatihan Peningkatan kapasitas Pendamping Lokal Desa (PLD) Pada Program Inovasi Desa (PID) di Provinsi Jawa Tengah yang digelar di Hotel Lor in Karanganyar, Senin (24/9/2018) malam.

“Teman-teman PLD menjadi penting untuk punya banyak referensi, banyak literatur, dan peningkatan kapasitas. Sehingga disamping pengetahuan, panjenengan harus punya keterampilan. Jadi saat melihat potensi bisa tahu harus berbuat apa dan inovasinya seperti apa,” katanya.

20180927_165645

Ganjar Pranowo mengatakan tugas paling penting PLD adalah mengarahkan pemerintah dan masyarakat desa dalam membangun dan mendayagunakan secara optimal potensi yang dimiliki desa dengan ide-ide segar. Sehingga bisa melahirkan inovasi-inovasi baru yang mampu memajukan desa.

Dirinya mencontohkan, jika desa memiliki potensi wisata maka PLD harus tahu cara mengembangkan potensi tersebut menjadi sebuah wisata yang mampu menarik banyak pengunjung atau bagaimana mendapatkan dukungan dana untuk pengembangan desa wisata diluar dana desa. Agar nantinya dari potensi tersebut dapat dihasilkan PADes untuk membantu pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat desa.

20180927_165746

“PLD sebenarnya cari referensi banyak itu untuk mengarahkan, anda tidak perlu menjadi eksekutor. Anda seperti jembatan yang menuntun mereka mengembangkan potensi yang ada,” ujarnya.

Oleh karenanya, adanya pelatihan ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh para PLD untuk memperbanyak ilmu dari berbagai literatur agar bisa mendukung konsep desa membangun. Sehingga dengan kemampuan PLD yang dimiliki mereka bisa mengambil peran nyata dalam memberikan warna dan energi positif bagi kemajuan desa.

20180928_090131

Gubernur Jawa Tengah  berharap dalam pelatihan ini para PLD bisa bercerita dan bertukar pengalaman tentang permasalahan yang pernah dihadapi saat melakukan pendampingan. Selain itu juga bertukar ide atau pun inovasi yang pernah dilakukan agar nantinya dari 7.809 desa yang ada, akan ada minimal satu inovasi yang dapat menyelesaikan permasalahan desa. Baik itu terkait transparansi anggaran, penyelesaian jalan rusak, pemberdayaan ibu-ibu dan penyandang disabilitas, desa wisata, implementasi teknologi informasi, hingga mengoptimalkan potensi desa menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.

20180928_163229

Sementara itu Nadi Santoso, Kabid Permas Dispermadesdukcapil Jawa Tengah, dalam sambutannya di Hotel Best Western Kamis kemarin menjelaskan, bahwa Pendamping Lokal Desa (PLD) merupakan ujung tombak bagi kesuksesan Desa-desa di Jawa Tengah dalam pelaksanaan Program Inovasi Desa dan Implementasi UU Desa.

20180928_192608

Sedangkan Hadi Sofwan Tenaga Ahli Pembangunan Partisipatif Kabupaten Banyumas, kepada JamuDesa mengatakan,  Program Inovasi Desa pada dasarnnya sudah dan tengah berjalan di Desa-desa, persoalannya adalah desa belum menyadari bahwa kegiatannya itu inovatif. Ia berharap pelaksanaan Program Inovasi Desa (PID) di Jawa Tengah bisa berjalan dengan sukses, menuju desa mandiri, sejahtera dan inovatif. *** salam merdesa – kang saleh – ta pp kudus.

20180927_182035

Leave a Reply

Discover more from JAMU DESA

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading