KUDUS.JamuDesa (31/10/2025). Upaya serius dalam menjaga ketahanan pangan desa ditunjukkan oleh Pemerintah Desa Garung Lor, Kecamatan Kaliwungu, Kudus. Mulai Agustus hingga Oktober 2025, desa yang sebagian besar penduduknya berprofesi sebagai petani ini, mantap melakukan pembangunan sumu4 pengairan baru di Blok Sirandu Gadogan, RT 03-04 RW 01. Hasil dari proyek vital ini dikelola secara gotong royong dengan melibatkan Kelompok Tani (Poktan)/ Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dengan fasilitasi dari Pendamping Lokal Desa (PLD).
Pembangunan jaringan irigasi tersier yang menelan anggaran Rp. 251.133.000,00 ini merupakan infrastruktur penting untuk mendistribusikan air dari saluran utama (sekunder) langsung ke petak-petak sawah. Proyek ini bertujuan untuk mengatasi masalah air yang telah bertahun-tahun menghantui petani setempat.

Proyek ini disebut mendesak, karena berdasarkan data dan observasi, sebagian besar saluran irigasi eksisting di Garung Lor, sudah tidak berfungsi optimal. Kondisi saluran yang rusak dan tertimbun sedimentasi membuat pendistribusian air ke lahan pertanian menjadi tidak merata.
“Dalam beberapa tahun terakhir, sistem irigasi yang ada sudah tidak berfungsi optimal. Akibatnya, pendistribusian air ke lahan pertanian menjadi tidak merata, yang berdampak pada menurunnya hasil panen dan efisiensi pengelolaan air,” demikian informasi yang dihimpun dari Pemerintah Desa Garung Lor.
Kepala Desa Garung Lor, Siti Rofi’ah, A. Md., menekankan pentingnya pembangunan ini dalam menjamin ketersediaan pangan di tingkat desa. Ia mengungkapkan, proyek ini merupakan kelanjutan dari program pengadaan air tahun sebelumnya.
“Pembangunan saluran irigasi tersier yang tertata dapat memaksimalkan fungsi sumur pengairan yang dibuat tahun 2024 dan dapat membantu menjaga kelembaban tanah, mencegah kekeringan, serta mengurangi risiko gagal panen di musim kemarau,” ujar Siti Rofi’ah.
Lebih lanjut, ia juga menyoroti aspek partisipatif dari proyek yang didanai menggunakan Dana Desa ini.
“Pembangunan dengan Dana Desa melibatkan masyarakat secara langsung, baik dalam perencanaan, pelaksanaan, maupun pemeliharaan, sehingga memperkuat semangat kebersamaan,” tambahnya.
“Dengan pasokan air yang cukup dan teratur, diharapkan produktivitas pertanian meningkat, yang pada akhirnya akan meningkatkan pendapatan petani dan kesejahteraan keluarga di Desa Garung Lor”, lanjutnya

Pelaksanaan pekerjaan fisik telah dilaksanakan selama tiga bulan, dari Agustus hingga Oktober 2024. Pelaksana kegiatan ini adalah pihak ketiga untuk pembangunan sumur. Namun rumah pompa dan jaringan dilaksanakan secara swakelola. Para pihak yang terlibat secara kolaboratif adalah Poktan/Gapoktan, BPD, dan Pemerintah Desa Garung Lor, dengan Pendamping Desa (PD) dan Pendamping Lokal Desa (PLD) berperan sebagai fasilitator.
PLD Eko Jemmy Budiono, menyatakan perannya sebagai pendorong kualitas dan transparansi.
“PLD berperan sebagai pendamping teknis, fasilitator partisipasi, dan pengawas sosial agar pembangunan saluran irigasi tersier dengan Dana Desa berjalan efektif, akuntabel, dan berkelanjutan,” kata Eko Jemmy Budiono (31/10/2025).
“Ukuran sumur kedalaman 70 meter, ukuran 6 inch, pompa Air Submersible 3HP, panjang jaringan 100 meter dengan pipa 3 inch, cakupan lahan yg bisa dilayani sekitar 40 hektar dengan pemanfaat 32 petani/penggarap, dengan masa tanam 3 kali/tahun, sewa Rp. 20.000,00 perjam”, lanjutnya saat dihubungi Jamu Desa.
“Penggunaan anggaran dengan rincian Rp. 110.000.000 untuk sumur, Rp. 141.133.000 untuk rumah pompa dan jaringan”, sambungannya.

Prosesnya sendiri dilakukan secara bertahap, mulai dari sosialisasi dan identifikasi kebutuhan, survei, Musyawarah Desa untuk penetapan anggaran dan lokasi, hingga pelaksanaan kegiatan. Dan telah berdampak positif terhadap ketersediaan air pertanian sepanjang waktu, pertanian produktif, hingga peningkatan pendapatan petani karena bertambahnya musim tanam dan berkurangnya resiko gagal panen. Disamping peningkatan pendapatan asli desa, yang sampai bulan September 2025 telah mendapat Rp. 6.600.000,-.
Kegiatan berdampak seperti ini berpeluang menjadi praktik baik dana desa.
JD1
