Belik Cowek, petilasan Sunan Muria di Desa Tergo, semakin ramai dan buat penasaran

Belik Cowek. Dok JamuDesa

Kudus.JamuDesa. Kunjungan JamuDesa ke Dukuh Krajan Desa Tergo RT 5 RW 2 Kecamatan Dawe Kabupaten Kudus menjumpai ‘heritage’ baru di Kabupaten Kudus, namanya Belik Cowek. Berdasarkan penuturan perangkat Desa dan Pendamping Lokal Desa (PLD) Aris Sutopo, belik ini tidak pernah kehabisan air sekalipun di musim kemarau. Belik berada tepat dikaki pohon Serut berumur tua yang dahulu kala berasal dari tongkat Sunan Muria.

Menurut kamuslengkap belik adalah sumber air. Dan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), belik adalah mata air kecil. Sementara menurut wikipedia, belik adalah mata air kecil ditengah ladang yang dijadikan tempat mengambil air untuk kebutuhan rumah tangga warga sekitar. Umumnya belik di dekat sungai maupun pohon besar tetapi terkadang ditengah ladang, bahkan muncul di celah bongkahan batu cadas.

Tim JamuDesa dari kiri M. A. Khomsin, Edi Surahmad, Aris Sutopo, dan Damirin

Dari kunjungan JamuDesa (3/3), ditemukan bahwa belik ini memang mirip dengan cowek (cobek), ada dua buah cowek, berada di bawah pohon serut yang begitu rindang, dengan lingkungan yang begitu adem karena banyak pohon-pohon nan hijau. Dan air dari dalam Belik Cowek ini terus mengalir, sekalipun dalam jumlah yang tidak banyak.

Paling kanan PLD Aris Sutopo

PLD Aris Sutopo menuturkan, bahwa awalnya belik ini tidak terawat, dan belum ditata. Beda dengan sekarang, sudah ada orang yang menata dan merawat, bahkan dibuat dekorasi sederhana di sekitar belik ini. Setiap tanggal 1 suro ramai pemuda berkunjung, yang mandi di lokasi belik.

“Belik cowek sekarang sudah ada yang merawat, salah seorang perangkat desa, beliau yang membuat ini semua, iya meskipun sederhana sih”, kata pria yang biasa dipanggil Topo itu.

Dekorasi selamat datang Belik Cowek. Dok JamuDesa

“Ditempat ini, ramainya pas kalau tanggal satu suro (muharram, red) pak,” jawabnya ketika ditanya apakah belik cowek ramai dikunjungi orang.

Dari penelusuran JamuDesa, diperoleh kabar, bahwa Belik Cowek ini konon ceritanya berawal dari singgahnya Sunan Muria mencari minum untuk burung kesayangannya. Akan tetapi sesampainya di wilayah yang kini bernama tergo, Sunan Muria tidak memperoleh air, sekalipun sudah minta air ke warga, karena saking sulitnya air di wilayah ini, pada akhirnya wilayah ini dikenal dengan tirto rego, yang berarti air mahal. Setelah tidak memperoleh air dari warga, Sunan Muria menghentakkan kaki dan menancapkan tongkatnya ke tanah, dan akhirnya mengeluarkan air sampai sekarang.

Cerita sejarah ini berkembang turun menurun di masyarakat Desa Tergo Dawe Kudus, JamuDesa belum mendapatkan referensi ilmiah ataupun referensi pembanding lainnya. Namun demikian, Topo menuturkan, bahwa di Desa Tergo ini mempunyai banyak belik. Belik Cowek sendiri ada tiga buah, dan Belik segawe, Belik Dangklutuk, Belik Gondang, Belik Putat. Salam Merdesa! Edi Surahmad – PDP Kec. Dawe.

Leave a Reply

Discover more from JAMU DESA

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading