Lima Program Pemberdayaan Bersinergi Membangun Desa

Lintas12

KUDUS.Jamu.Desa.Com. Lima pelaku program pemberdayaan masyarakat di Kota Kretek bersinergi membangun desa. Kelima pegiat itu antara lain Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD), Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU), Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS),  dan Program Keluarga Harapan (PKH) serta Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).

Lintas17

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Kudus Adi Sadhono Murwanto, berharap kepada pelaku pemberdayaan di Kota Kudus selalu bersinergi untuk membangun desa. “Pertemuan kali ini merupakan tindaklanjut dari sebelumnya, dan saya berharap para pelaku program bersinergi, sehingga bisa membuat program yang menjadi daya tarik masyarakat desa,” pesannya  di Aula DPMD Selasa (19/9/17).

Lebih lanjut Kadin PMD menjelaskan, desa saat ini tengah melangsungkan proses perencanaan pembangunan partisipatif untuk tahun anggaran 2018. “Oleh karena itu, Dinas butuh kegiatan riil yang bisa dilaksanakan oleh desa. Targetnya perencanaan pembangunan tahun 2018, kita mencoba untuk menyepakati. Desa melaksanakan kegiatan ini loh,” tegas Pak Adi panggilannya.

Pasalnya, kalau desa-desa tak diberikan contoh program, maka desa akan melaksanakan program yang itu itu saja. Kita juga bisa berdiskusi dengan desa, harapannya ada perubahan pandangan.

Lintas7

Intisari Pendampingan atau fasilitator Desa adalah memfasilitasi dan mendampingi masyarakat dalam penyelenggaraan pemerintahan Desa, pelaksanaan pembangunan Desa, pembinaan kemasyarakatan Desa dan pemberdayaan masyarakat Desa. Fasilitasi dapat dilakukan dengan cara-cara yang kreatif dan inovatif dengan berpedoman kepada Undang-undang beserta seluruh aturan pelaksanaannya.

Masyarakat Desa difasilitasi untuk belajar agar mampu mengelola kegiatan pembangunan secara mandiri. Berbagai pelatihan dan beragam kegiatan pengembangan kapasitas diberikan oleh pendamping/fasilitator kepada masyarakat Desa. Pengembangan kapasitas di Desa dikelola langsung oleh masyarakat sebagai bagian proses belajar sosial.

Lintas10

Perwakilan dari P3MD Kudus Moh Ali Khomsin menjelaskan kegiatan dengan mengambil thema “Strategi Peningkatan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa di Kabupaten Kudus.”  Khomsin menjelaskan berbagai persoalan yang dihadapi pendamping di lapangan serta solusi alternatifnya.

Perwakilan PAMSIMAS Setiyanto memaparkan program PAMSIMAS di Kudus, Pelaksanaan program desa tahun 2017, perencanaan desa tahun 2018 dan Keberlanjutan tahun 2008 – 2015.

Program PAMSIMAS bertujuan untuk meningkatkan jumlah warga masyarakat kurang terlayani termasuk masyarakat berpenghasilan rendah di wilayah perdesaan yang dapat mengakses pelayanan air minum dan sanitasi serta meningkatkan penerapan nilai dan perilaku hidup bersih dan sehat dalam rangka pencapaian target Universal Acess 2019 di sektor air minum dan sanitasi sesuai dengan RPJMN 2015–2019 melalui peng-arus-utamaan dan perluasan pendekatan pembangunan berbasis masyarakat.

Lintas4

Putut Wijanarko dari perwakilan KOTAKU menyampaikan materi “Berbagi untuk Berkolaborasi.” Tujuan program adalah meningkatkan akses terhadap infrastruktur dan pelayanan dasar di kawasan kumuh perkotaan untuk mendukung terwujudnya permukiman perkotaan yang layak huni, produktif dan berkelanjutan.

Wedya dari STBM, menjelaskan bahwa Pendekatan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat adalah pendekatan untuk mengubah perilaku higienis dan saniter melalui pemberdayaan masyarakat dengan cara pemicuan. Pendekatan partisipatif ini mengajak masyarakat untuk menganalisa kondisi sanitasi melalui proses pemicuan yang menyerang/menimbulkan rasa ngeri dan malu kepada masyarakat tentang pencemaran lingkungan akibat BABS.

Tujuan Program Sanitasi Total adalah menciptakan suatu kondisi masyarakat (pada suatu wilayah) : Mempunyai akses dan menggunakan jamban sehat. Mencuci tangan pakai sabun dan benar sebelum makan, setelah BAB, sebelum memegang bayi setelah menceboki anak dan sebelum menyiapkan makanan. Mengelola dan menyimpan air minum dan makanan yang aman. Mengelola sampah dengan baik.  Mengelola limbah rumah tangga (cair dan padat).

Lintas2

Sedangkan Habib Rifa’i dari Koordinator Kabupaten PKH menjelaskan progres PKH di Kabupaten Kudus. PKH adalah program perlindungan sosial yang memberikan bantuan tunai kepada Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM) dan bagi anggota keluarga RTS diwajibkan melaksanakan persyaratan dan ketentuan yang telah ditetapkan.

Program ini, dalam jangka pendek bertujuan mengurangi beban RTSM dan dalam jangka panjang diharapkan dapat memutus mata rantai kemiskinan antar generasi, sehingga generasi berikutnya dapat keluar dari perangkap kemiskinan.Pelaksanaan PKH juga mendukung upaya pencapaian Tujuan Pembangunan Millenium.

Lintas14

Diskusi lintas program itu dihadiri pula oleh Sekretaris Dinas PMD Arief Budi Siswanto, Saparni (Kabid Pemberdayaan Masyarakat DPMD), M Chasin Basri (Kabid Pemdes DPMD), Hartati, Dian Noor, Darwin Sugiarto, Slamet (Dinas PMD). Mc Afif Sholeh, Moh Ali Khomsin, Muh. Muntoha, Dwi Luhur Muhammad, Haerul Saleh (P3MD). Wedya SP (STBM), Habib Rifai dan  Moh. Rusydi Fikri (PKH). Putut Wijanarko (KOTAKU), serta Setiyanto dan Didik Budi Utomo (PAMSIMAS). ***  (salam damai – kang saleh – ta pp kudus)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Discover more from JAMU DESA

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading